Al Azhar Soroti Perubahan Iklim, Minta Dunia Ambil Tindakan Serius
Fajar adhitya
Kamis, 29 Juli 2021 - 20:43 WIB
Ilustrasi kerusakan alam akibat minimnya kesadaran merawat lingkungan hidup. Foto: Langit7.id/iStock
Otoritas Keagaman Islam Sunni terkemuka di dunia, Al Azhar menyoroti perubahan iklim yang terjadi di dunia. Imam Besar Al Azhar, Syaikh Ahmad Ath Thayyib meminta komunitas internasional segera mengambil tindakan serius.
Saat ini, Timur Tengah tengah menghadapi masalah kerusakan ligkungan dengan meningkatnya suhu dan meluasnya banjir. "Banjir dan rekor kenaikan suhu baru-baru ini di seluruh dunia, yang telah menyebabkan ratusan kematian dan mengungsi lebih banyak lagi,” tulisnya di Twitter dikutip Al Monitor, Kamis (29/7/2021).
Otoritas resmi dan komunitas global, menurutnya, perlu memperkuat komitmennya dalam mengatasi kerusakan lingkungan. Berbagai bencana yang mengancam kehidupan manusia tak dapat disangkal akibat rusaknya ekosistem.
Al Monitor melaporkan beberapa orang meninggal dan ratusan lainnya di Turki akibat banjir yang terjadi pada bulan ini. Irak mengalami hari terpanasnya saat musim panas lalu di mana suhu mencapai 125 derajat Fahrenheit atau 51,7 derajat Celcius di Baghdad.
Gelombang panas sangat tak tertahankan di negara ini karena mati listrik yang terlampau menyulitkan warga dalam menggunakan sistem pendingin. Isu lingkungan dapat diperparah dengan konflik di wilayah tersebut.
Pada bulan Januari, ribuan tenda perumahan mengungsi Suriah di barat laut yang dilanda perang dihancurkan oleh banjir. Beberapa negara telah berusaha mengurangi masalah perubahan iklim. Pada bulan Maret, Arab Saudi mengumumkan rencana untuk menanam 10 miliar pohon. Saat ini, hanya 0,5 persen wilayah Saudi yang diselimuti hutan.
Saat ini, Timur Tengah tengah menghadapi masalah kerusakan ligkungan dengan meningkatnya suhu dan meluasnya banjir. "Banjir dan rekor kenaikan suhu baru-baru ini di seluruh dunia, yang telah menyebabkan ratusan kematian dan mengungsi lebih banyak lagi,” tulisnya di Twitter dikutip Al Monitor, Kamis (29/7/2021).
Otoritas resmi dan komunitas global, menurutnya, perlu memperkuat komitmennya dalam mengatasi kerusakan lingkungan. Berbagai bencana yang mengancam kehidupan manusia tak dapat disangkal akibat rusaknya ekosistem.
Al Monitor melaporkan beberapa orang meninggal dan ratusan lainnya di Turki akibat banjir yang terjadi pada bulan ini. Irak mengalami hari terpanasnya saat musim panas lalu di mana suhu mencapai 125 derajat Fahrenheit atau 51,7 derajat Celcius di Baghdad.
Gelombang panas sangat tak tertahankan di negara ini karena mati listrik yang terlampau menyulitkan warga dalam menggunakan sistem pendingin. Isu lingkungan dapat diperparah dengan konflik di wilayah tersebut.
Pada bulan Januari, ribuan tenda perumahan mengungsi Suriah di barat laut yang dilanda perang dihancurkan oleh banjir. Beberapa negara telah berusaha mengurangi masalah perubahan iklim. Pada bulan Maret, Arab Saudi mengumumkan rencana untuk menanam 10 miliar pohon. Saat ini, hanya 0,5 persen wilayah Saudi yang diselimuti hutan.
(asf)