Bulu Tangkis
Indonesia Gelar Enam Turnamen Internasional Level Senior
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 12 April 2022 - 02:35 WIB
Ilustrasi shuttlecock yang merupakan salah satu instrumen dalam cabang olahraga bulu tangkis. (Foto: Langit7.id/iStock)
Indonesia bakal menggelar enam turnamen bulu tangkis internasional level senior di tahun 2022. Enam turnamen tersebut diantaranya Indonesia Open Super 1000, Indonesia Masters Super 500, Indonesia Masters Super 100 dan sisanya turnamen Indonesia International Challenge.
Dalam keterangan resmi PBSI, Senin (11/4), dua turnamen terakhir di atas sudah dua tahun absen lantaran pandemi virus Covid-19. Sementara di Indonesia International Challenge akan ada tiga turnamen yang digelar.
Baca Juga:Mohammad Ahsan Berbuka Puasa di Lapangan saat Korea Open 2022
"Jadi khusus tahun 2022 ini, kita dapat tambahan dua turnamen International Challenge. Kita juga akan adakan lagi Indonesia Masters Super 100 dan International Challenge yang biasa kita dapat. Dua tahun ini tidak digelar karena pandemi," kata Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri PP PBSI, Bambang Roedyanto.
Pria yang akrab disapa Rudy itu mengatakan bahwa dua tambahan turnamen ini sangat membantu para pemain pelapis untuk mendapatkan poin. Menurut Rudy, sejauh ini turnamen-turnamen kelas bawah lebih banyak di Eropa lantaran negara Asia belum ada yang menyanggupi karena status pandemi.
Baca Juga:PBSI Ungkap Target Indonesia di Sea Games 2021
"Makanya saya mengajukan Indonesia untuk coba dan ternyata disetujui BWF. Ini penting agar pemain-pemain pelapis kita bisa bertanding dan mendapat poin. Tidak harus jauh-jauh ke Eropa," ujarnya.
Dalam keterangan resmi PBSI, Senin (11/4), dua turnamen terakhir di atas sudah dua tahun absen lantaran pandemi virus Covid-19. Sementara di Indonesia International Challenge akan ada tiga turnamen yang digelar.
Baca Juga:Mohammad Ahsan Berbuka Puasa di Lapangan saat Korea Open 2022
"Jadi khusus tahun 2022 ini, kita dapat tambahan dua turnamen International Challenge. Kita juga akan adakan lagi Indonesia Masters Super 100 dan International Challenge yang biasa kita dapat. Dua tahun ini tidak digelar karena pandemi," kata Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri PP PBSI, Bambang Roedyanto.
Pria yang akrab disapa Rudy itu mengatakan bahwa dua tambahan turnamen ini sangat membantu para pemain pelapis untuk mendapatkan poin. Menurut Rudy, sejauh ini turnamen-turnamen kelas bawah lebih banyak di Eropa lantaran negara Asia belum ada yang menyanggupi karena status pandemi.
Baca Juga:PBSI Ungkap Target Indonesia di Sea Games 2021
"Makanya saya mengajukan Indonesia untuk coba dan ternyata disetujui BWF. Ini penting agar pemain-pemain pelapis kita bisa bertanding dan mendapat poin. Tidak harus jauh-jauh ke Eropa," ujarnya.