LANGIT7.ID-Jakarta; Perubahan gaya hidup membuat kedai kopi di Yogyakarta berkembang melampaui fungsi sebagai tempat menikmati minuman. Coffee shop kini menjadi ruang alternatif bagi mahasiswa dan masyarakat untuk belajar, bekerja, mengerjakan tugas, berdiskusi hingga membangun jejaring dan mengembangkan ide.
Fenomena tersebut mendorong Bank Syariah Nasional (BSN) menggandeng Boulevard Coffee yang dikelola PT Gama Multi Usaha Mandiri (GMUM) untuk memperkuat ekosistem transaksi masyarakat di Yogyakarta.
Digital Business Division Head Bank Syariah Nasional, Bhimo Wikanhantoro, menilai pendekatan tersebut relevan dengan aktivitas mahasiswa yang semakin lekat dengan transaksi digital.
“Mahasiswa merupakan bagian penting dari ekosistem digital saat ini. Karena itu, bagi kami, kehadiran layanan transaksi di ruang yang memang menjadi bagian dari aktivitas mereka merupakan sesuatu yang sangat relevan,” ujar Bhimo dalam keterangannya, dikutip Selasa (1/9/2026).
Menurut Bhimo, kebutuhan transaksi mahasiswa kini tidak terbatas pada satu jenis aktivitas. Pembayaran kebutuhan sehari-hari, transaksi kuliner, pembelian produk hingga berbagai aktivitas ekonomi lainnya semakin banyak dilakukan melalui kanal digital.
Karena itu, menurut dia, layanan perbankan perlu mengikuti perubahan perilaku masyarakat. Aktivitas nasabah yang tidak selalu dilakukan di kantor cabang membuat bank perlu menghadirkan layanan lebih dekat dengan ruang yang memang digunakan masyarakat.
“Hari ini masyarakat tidak selalu datang ke bank untuk melakukan transaksi. Justru layanan bank yang harus semakin dekat dengan aktivitas masyarakat. Karena itu kami melihat kolaborasi seperti ini sebagai salah satu cara untuk menghadirkan pengalaman perbankan yang lebih relevan,” ungkap Bhimo.
Boulevard Coffee dinilai memiliki karakter yang mendukung pendekatan tersebut. Selain berfungsi sebagai tempat kuliner, coffee shop tersebut dapat menjadi ruang interaksi bagi mahasiswa, masyarakat dan pelaku usaha.
Direktur Utama PT Gama Multi Usaha Mandiri, Ibnu Gunawan, menjelaskan Boulevard Coffee memang dikembangkan dengan konsep third place atau ruang ketiga. Konsep ini menempatkan coffee shop sebagai ruang alternatif yang berada di antara rumah dan tempat kerja.
Konsep tersebut dinilai sesuai dengan karakter Yogyakarta sebagai kota pendidikan dengan populasi mahasiswa yang besar. Boulevard Coffee diharapkan dapat mempertemukan mahasiswa dan masyarakat dalam ruang yang lebih luas.
“Kami ingin Boulevard Coffee menjadi ruang yang inklusif. Mahasiswa bisa datang untuk belajar atau mengerjakan tugas, komunitas dapat berkegiatan, pelaku usaha bisa bertemu dengan mitra, dan masyarakat dapat menikmati ruang yang nyaman. Jadi bukan sekadar tempat ngopi,” pungkasnya.
PT GMUM sendiri merupakan holding bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mengelola dan mengembangkan berbagai aktivitas usaha sebagai bagian dari penguatan ekosistem bisnis dan pemanfaatan potensi yang dimiliki UGM.
Melalui kolaborasi tersebut, BSN melihat ruang-ruang yang menjadi bagian dari keseharian generasi muda sebagai salah satu titik penting untuk menghadirkan pengalaman transaksi perbankan yang lebih dekat dengan aktivitas masyarakat.
(lam)