home global news

Hikmah Krisis Sri Lanka, Dampak Penumpukan Utang Gagal Bayar

Kamis, 14 April 2022 - 23:53 WIB
Foto: istimewa
Sri Lanka diterpa krisis ekonomi terparah sejak negara itu merdeka pada 1948. Krisis itu disebabkan harga BBM dan kebutuhan pokok tinggi, sehingga membuat masyarakat tertekan. Penyebab lain adalah penumpukan utang berakhir gagal bayar.

Ditto, wartawan asal Indonesia di Kolombo, menceritakan, Sri Lanka sudah terjerembab. Utang luar negeri tinggi dan kehabisan stok dollar, sehingga krisis ekonomi multidimensi berlaku.

Hal itu mengakibatkan, pelayanan publik seperti aliran listrik terganggu nyala bergiliran, Gas dan BBM antri berhari-hari, dan harga-harga kebutuhan pokok melambung 40 persen. Pekan lalu, Srilanka berlakukan Darurat Sipil.

Baca juga: Jalan-Jalan ke Kampong Glam, Kampung Ramah Muslim di Singapura

“Demo berlangsung berjilid jilid di depan kantor Presiden Gota Baya Rajapaksha, bahkan hari ini 14/4/2022 mereka merayakan tahun baru di tenda jalanan tempat berdemo di jantung ibukota Kolombo, Sri Lanka,” kata Ditto, Kamis (14/4/2022).

Sekitar dua lusin tenda telah didirikan di sepekat rumput dekat kantor Presiden Sri Lanka. Keberadaan kamp kecil itu berkembang menjadi titik fokus protes Nasional. Ribuan orang turun ke jalan-jalan terdekat dan seluruh Sri Lanka dalam beberapa hari terakhir. Mereka meminta Rajapaksa mundur.

Sebuah papan dengan tulisan tangan di sebelah tenda, tidak jauh dari Gedung kepresidenan era kolonial yang berdampingan dengan tepi perairan Kolombo, berdiri tanda: “Desa Gota-Go”.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
internasional hubungan internasional asia sri lanka
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya