Tercatat sebanyak 22 juta penduduk Sri Lanka sebagian besar tidak mendapat aliran listrik akibat adanya pemadaman listrik secara nasional. Disinyalir terjadi akibat aksi seekor monyet.
China dianggap sengaja memberikan pinjaman ke negara lain dengan tawaran nilai utang yang besar. Di sisi lain, negeri Tirai Bambu itu membuat kontrak yang menguntungkan sepihak bila utang tak dilunasi tepat waktu.
Mantan Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa, kembali ke Sri Lanka setelah melarikan diri pada Juli 2022 lalu. Dia kabur ke luar negeri setelah masyarakat Sri Lanka menggelar demonstrasi besar-besar akibat krisis ekonomi dan berhasil menduduki istana presiden.
Bulan lalu, Kementerian Luar Negeri Singapura mengeluarkan pernyataan yang mengonfirmasi bahwa Gotabaya telah diizinkan masuk ke Singapura dalam kunjungan pribadi.
Langkah pertama yang diambil pemerintahan Ranil Wickremesinghe ialah sistem penjatahan. Kebijakan ini dilakukan untuk meredakan dampak krisis yang terjadi di Sri Lanka.
Wickremesinghe dilantik sebagai presiden sementara Sri Lanka sampai parlemen memilih pengganti Gotabaya Rajapaksa. Rajapaksa mengundurkan diri setelah protes massal atas runtuhnya ekonomi di Sri Lanka.
Berdasarkan catatan KBRI, ada 340 WNI di Sri Lanka yang mayoritas pekerja migran sektor pariwisata dan sektor konstruksi. Selain itu, ada juga WNI yang menikah dengan warga negara Sri Lanka.
Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa dilaporkan meninggalkan Maladewa setelah melarikan diri dari negaranya di tengah krisis ekonomi yang kian memburuk.
Neraca impor Sri Lanka belakangan senilai 3 miliar dolar AS lebih besar daripada pendapatan ekspor setiap tahun, dan itulah sebabnya negara tersebut kehabisan mata uang asing.