LANGIT7.ID-, - Tercatat sebanyak 22 juta penduduk
Sri Lanka sebagian besar tidak mendapat aliran listrik akibat adanya pemadaman listrik secara nasional.
Pemadaman listrik yang dimulai sekira pukul 11.00 waktu setempat (5.30 GMT) pada hari Minggu (9/2) disinyalir terjadi akibat aksi seekor monyet.
Menteri Energi Srilanka, Kumara Jayakody, mengatakan kepada wartawan bahwa pemadaman listrik terjadi ketika seekor monyet melakukan kontak dengan trafo jaringan listrik di dekat ibu kota eksekutif dan yudisial pulau tersebut, Kolombo.
“Seekor monyet bersentuhan dengan trafo jaringan kami, menyebabkan ketidakseimbangan dalam sistem,” kata Jayakody setelah pemadaman listrik, melansir
skynews.com, Selasa (11/2/2025).
“Para ahli sedang berupaya untuk mencoba memulihkan layanan sesegera mungkin,” tambahnya.
Usai pemadaman, listrik kembali menyala di beberapa daerah dalam beberapa jam. Namun banyak juga rumah tangga yang tidak mendapatkan aliran listrik hingga Minggu malam.
Sri Lanka pernah mengalami masalah dengan sistem kelistrikannya sebelumnya. Pada tahun 2022, negara ini mengalami pemadaman listrik yang meluas dan penjatahan listrik selama krisis ekonomi.
“Hanya di Sri Lanka sekelompok monyet yang berkelahi di dalam pembangkit listrik dapat menyebabkan pemadaman listrik di seluruh pulau,” tulis Jamila Husain, pemimpin redaksi surat kabar lokal Daily Mirror, di X.
Surat kabar itu mengatakan para insinyur telah memperingatkan pemerintah secara berturut-turut untuk meningkatkan sistem atau akan sering mengalami pemadaman listrik "selama bertahun-tahun".
"Jaringan listrik nasional berada dalam kondisi yang sangat lemah sehingga sering terjadi pemadaman listrik di seluruh pulau jika ada gangguan bahkan di salah satu saluran kami,” kata seorang sumber kepada outlet tersebut.
(lsi)