LANGIT7.ID-, Berlin - Ibu Kota
Jerman,
Berlin mengalami pemadaman listrik hingga lima hari dan ini menjadi pemadaman terlama dalam sejarah pasca-perang ibu kota. Saat ini listrik sedang dipulihkan ke rumah-rumah.
Pemadaman listrik tersebut disebabkan oleh dugaan serangan pembakaran dan terjadi saat suhu turun di bawah titik beku.
Sementara itu sebuah kelompok militan sayap kiri mengklaim berada di balik pemadaman tersebut. Hal ini memunculkan kembali perdebatan tentang kerentanan Jerman terhadap serangan sabotase, baik oleh aktor domestik maupun asing.
Padam listrik hingga lima hari tentunya mempengaruhi kehidupan masyarakat di sana. Seperti sekolah, rumah sakit, dan panti jompo termasuk di antara puluhan ribu properti yang terdampak di Berlin barat daya kesulitan beroperasi.
Salah seorang warga, Lena, mengatakan keluarganya merasa "tersesat", mengandalkan radio bertenaga baterai untuk mendapatkan informasi terkini. Mereka memasak di atas kompor portabel di rumah sambil berusaha memastikan pipa air mereka tidak membeku.
Reinhold (79) pada Rabu (7/1) terpaksa ke rumah putrinya untuk menumpang menghangatkan diri menggunakan pemanas listrik. "Tapi saya selalu kembali untuk tidur di sini bahkan dalam cuaca dingin dengan topi rajut, sweater, dan selimut wol," ujarnya. (*/lsi/bbc)
Baca juga: Jerman Larang Hakim hingga Jaksa Pakai Hijab di Ruang SidangSetelah penantian berhari-hari, di distrik Steglitz-Zehlendorf Berlin, di Mexikoplatz, sebuah mobil polisi berkeliling mengumumkan akan segera kembalinya aliran listrik melalui pengeras suara. Warga secara teratur mendatangi sekelompok petugas layanan darurat untuk mendapatkan informasi terbaru.
Pemulihan aliran listrik berlangsung "secara bertahap," kata juru bicara dinas pemadam kebakaran Adrian Wentzel.
Sumber daya telah dikerahkan dari seluruh Jerman, katanya kepada BBC, dengan perkiraan 100.000 orang terdampak.
Rumah sakit harus bergantung pada generator darurat sementara beberapa sekolah terpaksa tutup.
Pada Sabtu pagi, beberapa kabel di jembatan terlihat terbakar di dekat pembangkit listrik tenaga gas Lichterfelde.
Selanjutnya, kelompok sayap kiri Vulkangruppe - atau Kelompok Gunung Berapi - tampaknya mengklaim bertanggung jawab, dengan mengatakan target mereka adalah industri energi fosil.
"Kami meminta maaf kepada orang-orang yang kurang mampu di Berlin barat daya," bunyi pernyataan panjang tersebut.
"Dengan banyaknya pemilik vila di distrik-distrik ini, simpati kami terbatas," tambah pernyataan itu, kemungkinan merujuk pada fakta bahwa Steglitz-Zehlendorf adalah salah satu lingkungan terkaya di Berlin.
Namun, pernyataan berbeda kemudian diterbitkan secara daring di situs Indymedia, yang konon berasal dari para pendiri Vulkangruppe. "Kami secara tegas menjauhkan diri dari semua tindakan beberapa tahun terakhir," katanya.
(lsi)