LANGIT7.ID-, - Seorang perempuan asal
Aljazair ditikam hingga tewas oleh tetangganya di Hannover, Jerman. Rahma Ayat, 26, diserang tetangganya di apartemennya di Arnum, selatan Hannover pada 4 Juli lalu.
Menurut media lokal, Rahma Ayat, 26, sebelumnya telah memberi tahu keluarganya bahwa ia mendapat hinaan dan
pelecehan rasis dari tetangganya.
Berdasarkan hasil otopsi polisi, Ayat meninggal dengan beberapa luka tusuk, salah satunya menembus jantung.
Baca juga: Kelompok Muslim di Jerman Alami Rasisme dan Diskriminasi Tiap HariMenurut polisi dan saksi mata, tetangga mendengar teriakan minta tolong dan melaporkannya kepada pihak berwenang.
Polisi menangkap seorang warga negara Jerman berusia 31 tahun, sebagai tersangka utama.
Ibu korban mengatakan kepada televisi Al-Araby bahwa putrinya sebelumnya melaporkan telah berulang kali dilecehkan dan dihina oleh tersangka "karena jilbab dan asal Arabnya."
Warga melaporkan bahwa tersangka sebelumnya telah mencoba masuk ke apartemen Ayat.
Ayat telah tinggal di Jerman selama dua tahun dan bekerja sebagai
perawat magang di sebuah rumah sakit di Hannover. Ia sedang mempersiapkan diri untuk memulai pendidikan
keperawatan formal.
Terkejut dengan kematiannya, rekan-rekan dan teman-temannya mengadakan peringatan di pusat kota minggu lalu untuk menghormati ingatannya dan menuntut keadilan.
Kematian Rahma Ayat Picu Gelombang ProtesDilansir The New Arab, Selasa (15/7/2025) pembunuhan Ayat memicu gelombang kemarahan dan protes di kalangan warga Aljazair di Jerman dan sekitarnya pekan ini.
Baca juga: Tiga Hijaber Inggris Serukan Lawan Rasisme di Dunia OlahragaAnggota masyarakat dan keluarga menuntut agar pembunuhannya diakui sebagai kejahatan kebencian bermotif rasial, menyusul laporan bahwa ia telah berulang kali dilecehkan karena mengenakan jilbab dan karena latar belakang Arabnya.
Kasus ini telah memicu protes di Jerman, dengan kelompok-kelompok Aljazair dan Arab mengorganisir acara peringatan dan demonstrasi.
Banyak yang menuntut agar kejahatan tersebut diselidiki sebagai tindakan kekerasan rasis, bukan dianggap sebagai insiden yang terisolasi atau dikaitkan dengan gangguan mental.
Pada Selasa lalu, sebuah demonstrasi digelar di luar kediaman Rahma di Arnum, di mana para peserta menyerukan keadilan dan memperingatkan tentang meningkatnya Islamofobia di Eropa.
Para aktivis juga mengkritik kurangnya liputan media dan pernyataan resmi.
"Jika pembunuhnya seorang Muslim dan korbannya orang Jerman, ini akan menjadi berita utama di mana-mana," kata seorang pengunjuk rasa, seperti dilaporkan Al-Araby TV.
Demonstran lain menggambarkan Jerman sebagai negara yang mempromosikan nilai-nilai keadilan dan hukum "hanya secara selektif".
Menteri Luar Negeri Aljazair untuk Komunitas Nasional di Luar Negeri, Sofiane Chaib, mengatakan pada Duta Besar Jerman di Aljazair, bahwa pembunuhan Rahma sebagai "kejahatan keji" dan mendesak Jerman untuk meningkatkan perlindungan bagi warga Aljazair.
Baca juga: Kolom Ngabuburit Senja: Bangsa-bangsa: Rasisme, Stereotipe, dan Agenda Politikw3weKonsulat Aljazair di Jerman berjanji akan menanggung biaya pemulangan jenazahnya ke Oran, tempat ia akan dimakamkan.
(est)