Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 22 April 2026
home global news detail berita

Kelompok Muslim di Jerman Alami Rasisme dan Diskriminasi Tiap Hari

Muhajirin Senin, 03 Juli 2023 - 17:00 WIB
Kelompok Muslim di Jerman Alami Rasisme dan Diskriminasi Tiap Hari
Kelompok muslim di Jerman setiap hari mengalami rasisme dan diskriminasi, mulai dari anak-anak sampai orang tua
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Kelompok muslim di Jerman setiap hari mengalami rasisme dan diskriminasi, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Muslim Jerman harus menghadapi diskriminasi yang merajalela, kebencian, dan terkadang kekerasan.

Hal itu terungkap dalam laporan komprehensif setebal 400 halaman yang diterbitkan oleh panel independen beranggotakan 12 orang. Panel tersebut membutuhkan waktu tiga tahun untuk menyelesaikan laporan. Temuan itu dipresentasikan di Kementerian Dalam Negeri Jerman.

Kelompok Ahli Independen tentang Permusuhan Muslim (UEM) menganalisis studi ilmiah, statistik kejahatan polisi, dan dokumentasi insiden anti-Muslim oleh lembaga antidiskriminasi, pusat konseling, dan organisasi nonpemerintah.

Baca juga:Suka Duka Tim Safari Wukuh Lansia: Rela Memandikan dan Mengganti Pampers Jemaah

UEM menerangkan, setidaknya sepertiga Muslim di Jerman mengalami permusuhan karena agama mereka. Namun, para ahli menegaskan jumlah sebenarnya kemungkinan lebih tinggi karena hanya 10% Muslim yang melaporkan permusuhan dan kejahatan rasial terhadap mereka.

“Kehidupan Muslim adalah milik Jerman sebagai hal yang biasa. Banyak dari 5,5 juta Muslim di Jerman mengalami pengucilan dan diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari – termasuk kebencian dan kekerasan. Sangat penting untuk membuat ini terlihat dan untuk meningkatkan kesadaran akan kebencian yang masih meluas,” kata Menteri Dalam Negeri Nancy Faeser dalam sebuah pernyataan, dikutip Al Jazeera, Senin (3/7/2023).

Muslim Jerman tidak hanya terpapar rasisme tetapi juga stereotip sehari-hari dari taman kanak-kanak hingga usia tua. Bahkan, muslim kelahiran Jerman secara luas dipandang sebagai ‘asing’ dan Islam dianggap sebagai ‘agama terbelakang’.

“Sementara perempuan yang mengenakan jilbab menghadapi bentuk permusuhan yang sangat dramatis,” kata laporan itu.

Dalam analisis budaya populer, laporan itu menemukan hampir 90% film yang ditonton panel menampilkan pandangan negatif terhadap Muslim, sering kali mengaitkannya dengan “serangan teror, perang, dan penindasan terhadap perempuan”.

Mantan Menteri Dalam Negeri Horst Seehofer meluncurkan komisi itu pada 2020 setelah seorang sayap kanan Jerman membunuh 10 orang dan melukai lima lainnya dalam aksi penembakan anti-Muslim di pusat kota Hanau. Serangan tersebut mengejutkan negara itu dan mendorong kelompok hak asasi membunyikan peringatan tentang sentimen Islamofobia di Jerman.

Diskriminasi Struktural
Saba-Nur Cheema, salah satu dari 12 ahli di panel itu mengatakan laporan itu juga mengungkapkan rincian tentang prasangka terhadap Muslim yang disebutnya “anonim dan halus”.

"(Menurut laporan) hampir separuh penduduk di Jerman percaya Islam bukan milik Jerman, atau sepertiga penduduk merasa asing (di Jerman), karena Muslim yang tinggal di sini,” katanya.

Selain itu, Cheema mengatakan laporan tersebut menemukan sekitar 40 persen orang di negara itu tidak akan menerima walikota Muslim. Pakar mengatakan sikap seperti itu mempengaruhi kehidupan sehari-hari umat Islam di Tanah Air.

“Itu adalah sesuatu yang kami sebut diskriminasi struktural, di mana Muslim dikecualikan dari pekerjaan dan atau ketika mereka mencari perumahan," kata Cheema.

Baca juga:Tugas Utama Seorang Ayah Menurut Al-Qur'an

Komisi tersebut merekomendasikan agar pemerintah membentuk gugus tugas untuk mengatasi bias terhadap Muslim dan clearinghouse pusat untuk mengumpulkan pengaduan.

Selanjutnya, pelatihan diperlukan di pusat penitipan anak dan sekolah, kantor polisi, kantor pemerintah, outlet media dan perusahaan hiburan untuk melawan citra negatif umat Islam sementara buku pelajaran dan rencana pelajaran harus dirombak.

Komunitas Muslim Jerman beragam dengan mayoritas mengaku berasal dari Turki. Komunitas lain awalnya beremigrasi dari negara-negara Arab seperti Maroko atau Lebanon. Banyak yang pertama kali datang ke Jerman Barat lebih dari 60 tahun yang lalu, ketika mereka direkrut sebagai “pekerja tamu” untuk membantu negara maju secara ekonomi.



(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 22 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)