LANGIT7.ID, Jakarta - Tiga negara di dunia ini harus merelakan asetnya disita
China lantaran tidak bisa membayar utangnya. Fenomena tersebut masuk ke dalam '
China Debt Trap' atau jebakan utang China.
China dianggap sengaja memberikan pinjaman ke negara lain dengan tawaran nilai utang yang besar. Di sisi lain, negeri Tirai Bambu itu membuat kontrak yang menguntungkan sepihak bila
utang tak dilunasi tepat waktu.
Baca Juga: Solusi Ekonomi Ala Nabi Yusuf AS dalam Menghadapi KrisisHal tersebut membuat beberapa negara yang terjerat jebakan utang China terpaksa menyerahkan sejumlah asetnya sebagai ganti atas utang yang belum terbayarkan. Tak hanya negara kecil, beberapa negara berkembang juga harus merelakan asetnya disita oleh China.
Berikut ini tiga negara berkembang yang asetnya disita China:1. Sri LankaSri Lanka baru saja mengalami kebangkrutan pasca kepemimpinan
Gottabaya Rajapaksa. Dia dinilai menjadi penyebab utama kebangkrutan Sri Lanka akibat gagal bayar utang luat negeri sebesar USD51 miliar atau Rp754,8 triliun (kurs Rp14.800).
Dikutip dari
New York Times, Jumat (16/9/2022), Rajapaksa disebut pernah meminta pinjaman dan bantuan kepada China untuk berbagai proyek ambisiusnya. Salah satunya seperti proyek pembangunan Hambantota International Port.
Namun dalam perjalanannya, proyek tersebut mengalami kegagalan usai bertahun-tahun proses konstruksi. Alhasil, pemerintah Sri Lanka menyerahkan pelabuhan dan 15.000 hektar tanah di sekitarnya selama 99 tahun.
Baca Juga: Cegah Resesi, Ekonom Senior INDEF: APBN Harus Diselamatkan2. TajikistanTajikistan merupakan negara yang sangat bergantung dengan utang China. Hingga 2008, 77 persen dari total portofolio utang Tajikistan berasal dari China.
Dikutip dari
Eurasianet, Tajikistan meminta bantuan China untuk memberikan utang saat membangun gedung parlemen baru. China memberikan sekitar 120 juta dolar Amerika Serikat dari total 250 juta dolar AS total estimasi biaya pembangunan.
Akan tetapi, Tajikistan tak mampu membayar utang China tersebut. Alhasil, parlemen Tajikistan menyerahkan lahan seluas 1.000 km2 kepada China sebagai ganti atas pengampunan utang.
Tajikistan juga memiliki utang luar negeri 2,9 miliar dolar Amerika Serikat dan 1,2 miliar dolar Amerika Serikat. Utang-utang tersebut di antaranya berasal dari Export-Import (Exim) Bank of China.
3. MontenegroMontenegro menjadi negara selanjutnya yang asetnya harus disita China lantaran tak mampu membayar utang. Dikutip dari
NPR, Montenegro pernah memiliki proyek pembangunan jalan raya yang membentang dari Port of Bar Montenegro di Laut Adriatik ke Begorad, ibu kota Serbia.
Namun, proyek ini rupanya berasal dari utang China. Pada 2014 silam, pemerintah Montenegro menandatangani kerja sama dengan China Road and Bridge Corporation yang didanai Exim Bank of China.
Dalam perjanjian kerja sama tersebut disepakati Exim Bank of China berhak menyita tanah di negara tersebut (selain milik militer) jika tidak bisa membayarkan utang tepat waktu.
Baca Juga:
Terjerat Jebakan Utang China, Aset 4 Negara Ini Disita
Sejumlah Negara Asia dan Afrika Berisiko Peningkatan Utang Luar Negeri
Ini Indikasi Negara Disebut Bangkrut, Apa Kabar Indonesia?(asf)