Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 25 September 2026
home global news detail berita

Hikmah Krisis Sri Lanka, Dampak Penumpukan Utang Gagal Bayar

Muhajirin Kamis, 14 April 2022 - 23:53 WIB
Hikmah Krisis Sri Lanka, Dampak Penumpukan Utang Gagal Bayar
Foto: istimewa
LANGIT7.ID, Jakarta - Sri Lanka diterpa krisis ekonomi terparah sejak negara itu merdeka pada 1948. Krisis itu disebabkan harga BBM dan kebutuhan pokok tinggi, sehingga membuat masyarakat tertekan. Penyebab lain adalah penumpukan utang berakhir gagal bayar.

Ditto, wartawan asal Indonesia di Kolombo, menceritakan, Sri Lanka sudah terjerembab. Utang luar negeri tinggi dan kehabisan stok dollar, sehingga krisis ekonomi multidimensi berlaku.

Hal itu mengakibatkan, pelayanan publik seperti aliran listrik terganggu nyala bergiliran, Gas dan BBM antri berhari-hari, dan harga-harga kebutuhan pokok melambung 40 persen. Pekan lalu, Srilanka berlakukan Darurat Sipil.

Baca juga: Jalan-Jalan ke Kampong Glam, Kampung Ramah Muslim di Singapura

“Demo berlangsung berjilid jilid di depan kantor Presiden Gota Baya Rajapaksha, bahkan hari ini 14/4/2022 mereka merayakan tahun baru di tenda jalanan tempat berdemo di jantung ibukota Kolombo, Sri Lanka,” kata Ditto, Kamis (14/4/2022).

Sekitar dua lusin tenda telah didirikan di sepekat rumput dekat kantor Presiden Sri Lanka. Keberadaan kamp kecil itu berkembang menjadi titik fokus protes Nasional. Ribuan orang turun ke jalan-jalan terdekat dan seluruh Sri Lanka dalam beberapa hari terakhir. Mereka meminta Rajapaksa mundur.

Sebuah papan dengan tulisan tangan di sebelah tenda, tidak jauh dari Gedung kepresidenan era kolonial yang berdampingan dengan tepi perairan Kolombo, berdiri tanda: “Desa Gota-Go”.

Slogan “Gota Go Back” juga mengacu pada Gotabaya, diserukan pada demonstrasi yang melanda Sri Lanka. Momen ini menjadi puncak kemarahan publik yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bahkan, kondisi itu telah menyatukan orang-orang dari berbagai agama, etnis, dan kelompok sosial.

“Semua warga merayakan bersama baik Budha, Muslim dan Hindu bersama dalam kondisi krisis yang belum ada solusi jalan keluarnya hingga kini,” kata Ditto.

Pada Senin malam, 11 April 2022, sekelompok biarawati Kristen dengan pakaian putih berjalan melewati barikade polisi. Di atasnya 11 pengunjuk rasa duduk meneriakkan, salah satunya memegang poster bertuliskan “Pemerintah Kami Gagal."

Baca juga: Mahfud MD: Indonesia Negara Muslim Terbanyak di Dunia

Tidak jauh dari situ, tiga biksu Buddha berjubah safron cerah berdiri di tengah kerumunan. Sedangkan di tepi halaman dan di belakang beberapa tenda, sekitar 30 pria muslim duduk dalam dua baris untuk berbuka puasa.

Ditto mengatakan, Presiden dan Menteri Keuangan Sri Lanka akan bertemu dan berhutang dari IMF. Namun, itu pun belum bisa mengatasi krisis tersebut dalam waktu dekat.

“Semua itu terjadi karena utang luar negeri, pandemi corona, turis yang turun drastis, harga minyak dunia yang melambung akibat perang Ukraina dan Inflasi yang tidak terkendali,” kata Ditto.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 25 September 2026
Imsak
04:16
Shubuh
04:26
Dhuhur
11:48
Ashar
14:57
Maghrib
17:51
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan