home global news

Tangani Gizi Buruk di Banten, KKP Gencarkan Program Gemarikan

Ahad, 17 April 2022 - 02:05 WIB
Tangani Gizi Buruk di Banten, KKP Gencarkan Program Gemarikan. (Foto: Dok. KKP)
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bergerak cepat dalam penanganan stunting atau gizi buruk di Banten. Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan bersama dengan Biro Pusat Statistik (BPS), ditemukan angka prevalensi stunting di Provinsi Banten tahun 2019 sebesar 24,1 persen.

"Angka ini meningkat menjadi 24,5 persen tahun 2021. Permasalahan gizi ini tentunya berpotensi menurunkan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat," kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (16/4/2022).

Baca Juga:Pencegahan Stunting Dapat Dimulai Sejak Dini, Yuk Calon Ibu Pahami

Dalam hal ini, Artati mengatakan pihaknya segera melakukan intervensi penanganan melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). KKP menyediakan total 1.000 paket Gemarikan berupa ikan segar yang terdiri dari ikan bandeng, ikan nila dan ikan bawal untuk didistribusikan di wilayah paling barat di Pulau Jawa.

Melalui Gemarikan, Artati mengajak masyarakat untuk memerangi stunting. Menurutnya, kandungan omega 3 di dalam ikan mampu menjadi senjata ampuh untuk melawan stunting.

"Ikan yang kita bagikan diperoleh dari pembudidaya setempat. Karena kita ingin mengingatkan bahwa di sekitar kita, ada pangan yang mampu jadi senjata lawan stunting, yakni ikan," ujarnya.

Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Ahli Utama KKP, Innes Rahmania memastikan kegiatan Gemarikan di Banten berlangsung selama 2 hari, terhitung sejak 13-14 April. KKP bersama Komisi IV DPR RI serta Dinas Kelautan dan Perikanan Banten membagikan paket untuk masyarakat Kota Serang dan Cilegon.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
banten kkp stunting cegah stunting
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya