LANGIT7.ID, Jakarta - Pencegahan stunting atau kerdil pada bayi dapat dilakukan sejak dini. Bagi calon orang tua, penting memahami cara mempersiapkan kehamilan dengan baik agar bayi tidak terkena stunting.
Alumni Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, dr Febri Qurrota Aini menjelaskan pencegahan stunting dapat dilakukan kepada anak di bawah usia dua tahun, yaitu memberikan edukasi kepada seorang ibu agar memberikan gizi seimbang dan ASI eksklusif untuk buah hatinya. Menurutnya, calon ibu juga penting untuk mendapatkan edukasi cara
pencegahan stunting sebelum hamil.
Baca Juga: Jokowi: Pencegahan Stunting Disiapkan Sejak Calon Pengantin"Ibu hamil rentan terkena anemia, biasanya kita memberikan tablet penambah darah untuk mencegah anemia. Jadi sebelum pasangan laki-laki dan perempuan hendak menikah, sebaiknya konsultasi ke dokter agar diberitan tablet penambah darah," ujar Febri kepada
Langit7.id, Selasa (29/3/2022).
Menurut Febri, dampak dari calon ibu yang yang mengalami anemia antara lain terkena kekurangan energi kronik (KEK). KEK adalah kekurangan kalori dan protein yang mengakibatkan timbulnya gangguan kesehatan pada wanita usia subur dan ibu hamil.
"Biasanya ditandai dengan lingkar lengan atas kurang dari 23,5 cm. Jadi ibu yang yang memiliki anemia dan KEK berisiko melahirkan bayi stunting. Selain pertumbuhannya terhambat, anak yang terkena stunting juga biasanya mengalami penurunan kecerdasan intelektual (IQ)," ucapnya
Baca Juga: Pakar: Tidak Semua Anak Bertubuh Pendek Dianggap StuntingSelain pencegahan anemia dan KEK bagi ibu hamil, penting juga memperhatikan asupan nutrisi pada anak. Dikutip dari Nestlehealth, dianjurkan memberikan susu bernutrisi sesuai dengan usia anak. Manfaat susu dapat menguatkan sistem imun dan mendukung pertumbuhan tulang dan gigi.
"Masalah
stunting juga dapat ditimbulkan dari masalah kebersihan yang buruk. Maka orang tua harus mempraktikan kebersihan, misalnya mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah menyiapkan makanan," tulis Nestlehealth.
Selain itu, orangtua juga dapat mengatasi anak yang susah makan dengan berbagai cara, misalnya memberikan varian makanan yang beragam untuk melengkapi kebutuhan gizi yang seimbang seimbang. Kemudian memberikan minuman sehat seperti susu, jus dan lainnya atau dengan cara memberikan potongan buah-buahan sebagai cemilan anak. "Selain itu penting untuk konsultasi kesehatan anak secara rutin di Posyandu, Puskesmas, atau pusat pelayan kesehatan terdekat," tulis Nestlehealth.
Baca Juga:
Deteksi Dini Stunting pada Anak dengan Metode Ini
Cukupi Kebutuhan Gizi Ibu Hamil untuk Cegah Stunting(asf)