LANGIT7.ID - , Jakarta - Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2021, menunjukkan angka
stunting secara nasional mengalami penurunan sebesar 1.6% per tahun, dari 27.7% di tahun 2019 menjadi 24.4% di tahun 2021.
Meski mengalami penurunan angka
stunting, namun hal tersebut masih menjadi fokus utama pemerintah Indonesia. Terutama pada pemenuhan gizi ibu saat kehamilan.
Baca juga: Cegah Anak Stunting dengan Perencanaan Optimal Sebelum KehamilanKesehatan ibu, khususnya ibu hamil berperan besar pada kesehatan anak yang dikandungnya. Oleh karena itu, kesehatan ibu perlu diperhatikan terutama dalam pemberian gizi sehari-harinya.
Menurut Head of Medical Kalbe Nutritionals, dr. Muliaman Mansyur, kurangnya gizi pada ibu bisa menyebabkan berbagai risiko dan komplikasi, seperti anemia, pendarahan, dan proses pertumbuhan janin yang tidak optimal. Oleh karena itu, diperlukan gizi yang lengkap di menu harian para ibu.
“Pada wanita usia subur kebutuhan asam folat adalah 400 microgram dan meningkat menjadi 600 microgram pada saat hamil. Sementara asupan rata-rata harian ibu hamil di Indonesia hanya 200 microgram, jadi masih jauh di bawah kebutuhan ibu hamil." kata dr Muliaman dalam keterangan tertulisnya.
Ia menambahkan, masih banyak zat gizi lain yang dibutuhkan lebih banyak saat hamil dan menyusui seperti protein, zat besi, kalsium dan vitamin D.
Baca juga: Gus Halim: Ada Tren Penurunan Angka Stunting di Level Desa"Karena itulah beberapa zat gizi ini sangat penting dipenuhi oleh para ibu hamil untuk pertumbuhan janin dan juga untuk ibu sendiri,” jelas dr. Muliaman.
(est)