LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (
KKP) bergerak cepat dalam penanganan stunting atau gizi buruk di Banten. Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan bersama dengan Biro Pusat Statistik (BPS), ditemukan angka prevalensi stunting di Provinsi Banten tahun 2019 sebesar 24,1 persen.
"Angka ini meningkat menjadi 24,5 persen tahun 2021. Permasalahan gizi ini tentunya berpotensi menurunkan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat," kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (16/4/2022).
Baca Juga: Pencegahan Stunting Dapat Dimulai Sejak Dini, Yuk Calon Ibu PahamiDalam hal ini, Artati mengatakan pihaknya segera melakukan intervensi penanganan melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). KKP menyediakan total 1.000 paket Gemarikan berupa ikan segar yang terdiri dari ikan bandeng, ikan nila dan ikan bawal untuk didistribusikan di wilayah paling barat di Pulau Jawa.
Melalui Gemarikan, Artati mengajak masyarakat untuk memerangi
stunting. Menurutnya, kandungan omega 3 di dalam ikan mampu menjadi senjata ampuh untuk melawan stunting.
"Ikan yang kita bagikan diperoleh dari pembudidaya setempat. Karena kita ingin mengingatkan bahwa di sekitar kita, ada pangan yang mampu jadi senjata lawan stunting, yakni ikan," ujarnya.
Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Ahli Utama KKP, Innes Rahmania memastikan kegiatan Gemarikan di Banten berlangsung selama 2 hari, terhitung sejak 13-14 April. KKP bersama Komisi IV DPR RI serta Dinas Kelautan dan Perikanan Banten membagikan paket untuk masyarakat Kota Serang dan Cilegon.
Baca Juga: Jokowi: Pencegahan Stunting Disiapkan Sejak Calon Pengantin"Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam mengajak masyarakat untuk meningkatkan konsumsi ikan. Gemarikan juga menyerap produk perikanan yang dihasilkan oleh pembudidaya di daerah setempat yang berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat," kata Innes.
Sementara itu, Anggota Komisi IV
DPR, Hj. Nuraeni mengajak masyarakat Banten untuk meningkatkan konsumsi ikan. Nuraeni menuturkan bahwa ikan sangat baik dikonsumsi untuk semua golongan maupun usia, dari anak-anak hingga manula.
"Mari jadikan makan ikan sebagai gaya hidup (lifestyle) kita sehari-hari. Semoga kerja sama dan sinergi yang sudah terjalin dengan baik antara KKP dan Komisi IV DPR dapat terus berlanjut dalam meningkatkan kesadaran masyarakat Banten untuk mengonsumsi ikan dan meningkatkan kesejahteraan mereka," ucap Nuraeni.
Sebagai informasi, Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting) Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia memaparkan pada tahun 2021, anak balita yang mengalami kekurangan gizi (wasted) sebanyak 7,1 persen, kurus (underweight) 17 persen dan pertumbuhan stunting/kerdil 24,4 persen.
Baca Juga:
Pakar: Tidak Semua Anak Bertubuh Pendek Dianggap Stunting
Deteksi Dini Stunting pada Anak dengan Metode Ini(asf)