Polda Metro Jaya akan Berlakukan Gage dan One Way Saat Mudik 2022
Fajar adhitya
Ahad, 17 April 2022 - 06:30 WIB
Ilustrasi. Foto: Istimewa.
Polda Metro Jaya mempersiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan tol pada masa mudik Lebaran 2022 dan Idul Fitri 1443 Hijriah. Kepolisian akan memberlakukan ganjil genap dan sistem satu arah (one way).
Rekayasa lalu litnas akan diterapkan pada periode arus mudik mulai Kamis (28/4/2022) hingga Ahad (1/5/2022). Kepolisian menyampaikan bahwa sistem ganjil-genap dan one way pada hari pertama arus balik akan terapkan mulai dari Gerbang Tol Kalikangkung KM 414 sampai dengan Tol Cikampek KM 47.
Rekayasa lalu lintas tersebut diberlakukan pada siang pukul 14.00 WIB sampai 24.00 WIB. Rekayasa lalu lintas tersebut juga berlaku pada hari Ahad (8/5/2022) mulai pukul 07.00 WIB hingga Senin (9/5/2022) pukul 03.00 WIB.
Baca Juga:Angkasa Pura I Klaim Peningkatan Pemudik 2022 Mencapai 452 persen
Sektor darat menjadi yang paling krusial untuk ditangani. Sekitar 47 persen dari 85,5 juta orang yang diprediksi akan melakukan mudik akan menggunakan jalur darat, baik kendaraan pribadi (mobil dan sepeda motor) maupun angkutan darat (bus, angkutan penyebrangan, dan lain-lain).
Jumlah pemudik pada tahun ini meningkat sekitar 45 persen dibanding mudik tahun 2019 sebelum pandemi. Sedangkan dua titik yang perlu dilakukan antisipasi khusus adalah jalur Bekasi-Semarang dan penyeberangan Merak Bakauheni.
Rekayasa lalu litnas akan diterapkan pada periode arus mudik mulai Kamis (28/4/2022) hingga Ahad (1/5/2022). Kepolisian menyampaikan bahwa sistem ganjil-genap dan one way pada hari pertama arus balik akan terapkan mulai dari Gerbang Tol Kalikangkung KM 414 sampai dengan Tol Cikampek KM 47.
Rekayasa lalu lintas tersebut diberlakukan pada siang pukul 14.00 WIB sampai 24.00 WIB. Rekayasa lalu lintas tersebut juga berlaku pada hari Ahad (8/5/2022) mulai pukul 07.00 WIB hingga Senin (9/5/2022) pukul 03.00 WIB.
Baca Juga:Angkasa Pura I Klaim Peningkatan Pemudik 2022 Mencapai 452 persen
Sektor darat menjadi yang paling krusial untuk ditangani. Sekitar 47 persen dari 85,5 juta orang yang diprediksi akan melakukan mudik akan menggunakan jalur darat, baik kendaraan pribadi (mobil dan sepeda motor) maupun angkutan darat (bus, angkutan penyebrangan, dan lain-lain).
Jumlah pemudik pada tahun ini meningkat sekitar 45 persen dibanding mudik tahun 2019 sebelum pandemi. Sedangkan dua titik yang perlu dilakukan antisipasi khusus adalah jalur Bekasi-Semarang dan penyeberangan Merak Bakauheni.