Malam ke-27 Ramadhan, Maksimalkan Ibadah demi Lailatul Qadar
Mahmuda attar hussein
Rabu, 27 April 2022 - 22:10 WIB
Ilustrasi memanfaatkan malam ke-27 Ramadhan untuk beribadah. (Foto: Istimewa).
Malam ganjil di bulan Ramadhan ini masih bisa dimaksimalkan umat Islam untuk beribadah seperti i'tikaf. Pada Kamis (28/4/2022) besok merupakan malam ke-27.
Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW dari Ibnu Umar, Nabi berkata: "Barangsiapa yang berburu lailatul qadar maka hendaklah iya memburunya atau mencarinya pada malam ke-27." (HR Ahmad).
Anggota Bidang Kaderisasi dan Organisasi Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Budi Jaya Putra menjelaskan, tidak ada yang mengetahui datangnya lailatul qadar, akan tetapi seseorang tetap bisa merasakan datangnya, namun demikian tanda tersebut belum bisa dipastikan.
Adapun salah satu cirinya, kata dia, berdasarkan hadist ath-Thayalisi dan dari Abi bin Ka’ab, Rasulullah mengatakan, malamnya terasa sejuk tidak panas – tidak dingin, pada waktu pagi harinya cahaya mentari lembut dan berwarna merah, seakan-akan matahari tersipu malu terbit namun sinarnya menghangatkan.
Baca Juga: Dari Tanah Suci, UBN Ajak Umat Hidupkan Malam ke-27 Ramadhan
"Ciri tersebut dapat kita rasakan, tetapi tidak bisa kita pastikan. Lailatul qadar bukan hanya didapatkan oleh mereka yang beri'tikaf saja, orang yang melakukan aktivitas lain pun selagi dalam hal kebaikan akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda," kata Budi Jaya dikutip Rabu (27/4/2022).
Mengingat bahwa tidak hanya orang yang beri’tikaf saja yang akan mendapatkan lailatul qadar, Budi berpesan supaya umat muslim senantiasa menetapi atau selalu berada dalam situasi atau pekerjaan yang baik.
Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW dari Ibnu Umar, Nabi berkata: "Barangsiapa yang berburu lailatul qadar maka hendaklah iya memburunya atau mencarinya pada malam ke-27." (HR Ahmad).
Anggota Bidang Kaderisasi dan Organisasi Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Budi Jaya Putra menjelaskan, tidak ada yang mengetahui datangnya lailatul qadar, akan tetapi seseorang tetap bisa merasakan datangnya, namun demikian tanda tersebut belum bisa dipastikan.
Adapun salah satu cirinya, kata dia, berdasarkan hadist ath-Thayalisi dan dari Abi bin Ka’ab, Rasulullah mengatakan, malamnya terasa sejuk tidak panas – tidak dingin, pada waktu pagi harinya cahaya mentari lembut dan berwarna merah, seakan-akan matahari tersipu malu terbit namun sinarnya menghangatkan.
Baca Juga: Dari Tanah Suci, UBN Ajak Umat Hidupkan Malam ke-27 Ramadhan
"Ciri tersebut dapat kita rasakan, tetapi tidak bisa kita pastikan. Lailatul qadar bukan hanya didapatkan oleh mereka yang beri'tikaf saja, orang yang melakukan aktivitas lain pun selagi dalam hal kebaikan akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda," kata Budi Jaya dikutip Rabu (27/4/2022).
Mengingat bahwa tidak hanya orang yang beri’tikaf saja yang akan mendapatkan lailatul qadar, Budi berpesan supaya umat muslim senantiasa menetapi atau selalu berada dalam situasi atau pekerjaan yang baik.