LANGIT7.ID, Jakarta - Malam ganjil di bulan
Ramadhan ini masih bisa dimaksimalkan umat Islam untuk beribadah seperti i'tikaf. Pada Kamis (28/4/2022) besok merupakan malam ke-27.
Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW dari Ibnu Umar, Nabi berkata: "Barangsiapa yang berburu
lailatul qadar maka hendaklah iya memburunya atau mencarinya pada malam ke-27." (HR Ahmad).
Anggota Bidang Kaderisasi dan Organisasi Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Budi Jaya Putra menjelaskan, tidak ada yang mengetahui datangnya lailatul qadar, akan tetapi seseorang tetap bisa merasakan datangnya, namun demikian tanda tersebut belum bisa dipastikan.
Adapun salah satu cirinya, kata dia, berdasarkan hadist ath-Thayalisi dan dari Abi bin Ka’ab, Rasulullah mengatakan, malamnya terasa sejuk tidak panas – tidak dingin, pada waktu pagi harinya cahaya mentari lembut dan berwarna merah, seakan-akan matahari tersipu malu terbit namun sinarnya menghangatkan.
Baca Juga: Dari Tanah Suci, UBN Ajak Umat Hidupkan Malam ke-27 Ramadhan"Ciri tersebut dapat kita rasakan, tetapi tidak bisa kita pastikan. Lailatul qadar bukan hanya didapatkan oleh mereka yang beri'tikaf saja, orang yang melakukan aktivitas lain pun selagi dalam hal kebaikan akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda," kata Budi Jaya dikutip Rabu (27/4/2022).
Mengingat bahwa tidak hanya orang yang beri’tikaf saja yang akan mendapatkan lailatul qadar, Budi berpesan supaya umat muslim senantiasa menetapi atau selalu berada dalam situasi atau pekerjaan yang baik.
"Oleh karena itu, senantiasa kita manfaat sepuluh hari terakhir Ramadan dengan berbuat baik semaksimal mungkin," ujar dia.
Budi menyebut, bahwa lailatul qadar merupakan malam yang dinantikan oleh semua orang muslim karena begitu besar keutamaannya, sehingga umat muslim harus senantiasa bersungguh-sungguh dalam beribadah.
"Oleh karena itu, waktu turunnya malam lailatul qadar dirahasiakan oleh Allah di sepuluh malam terakhir agar umat Islam bersungguh-sungguh meraih kemuliaan tersebut," ujar dia.
(bal)