Anjuran Rasulullah, Perempuan Haid Tetap Ikut ke Lokasi Sholat Id
Mahmuda attar hussein
Kamis, 28 April 2022 - 13:10 WIB
Ilustrasi shalat Id berlangsung di dalam masjid. (Foto: Istimewa).
Perempuan yang sedang haid dianjurkan tetap ikut ke lokasi shalat id. Namun mereka tidak berada di shaf jemaah yang akan melangsungkan ibadah sunnah tersebut.
Saat Hari Raya Idul Fitri, seluruh umat Islam baik laki-laki, perempuan, anak-anak, orang tua, diminta mendatangi tempat pelaksanaan sholat ied di tanah lapang.
"Hanya saja, perempuan yang sedang haidh hendaknya memisahkan diri dari tempat salat dan tidak turut melakukan shalat." tulis laman resmi Muhammadiyah berjudul amalan sunnah sebelum dan sesudah sholat ied, Kamis (28/4/2022).
Baca Juga: Tata Cara Shalat Idul Fitri di Lapangan Terbuka, Simak Baik-Baik
Anjuran ini berdasarkan hadist dari Ummu ‘Athiyyah: "Dari Umi athiyah berkata: Kami diperintahkan mengajak orang yang sedang haid dan orang-orang tua menghadiri dua salat ied. Lalu mereka menyaksikan jamaah umat Islam dan ajakan mereka. Sedangkan orang yang haid dipisahkan dari tempat salat. Seorang wanita bertanya: Wahai Rasulullah, salah satu kami tidak punya jilbab? Nabi menjawab: Hendaklah temannya memberikan jilbab untuknya." (HR Bukhari).
Sholat ied juga dianjurkan berlangsung di tanah lapang. Setiap muslim membawa sejadah masing-masing dengan berjalan kaki sambil membaca takbir.
Kemudian mengambil jalan berbeda dari jalan yang dilalui waktu berangkat. Tujuannya agar semakin banyak bertemu dengan orang-orang untuk berbagi kebahagiaan dan keceriaan.
Saat Hari Raya Idul Fitri, seluruh umat Islam baik laki-laki, perempuan, anak-anak, orang tua, diminta mendatangi tempat pelaksanaan sholat ied di tanah lapang.
"Hanya saja, perempuan yang sedang haidh hendaknya memisahkan diri dari tempat salat dan tidak turut melakukan shalat." tulis laman resmi Muhammadiyah berjudul amalan sunnah sebelum dan sesudah sholat ied, Kamis (28/4/2022).
Baca Juga: Tata Cara Shalat Idul Fitri di Lapangan Terbuka, Simak Baik-Baik
Anjuran ini berdasarkan hadist dari Ummu ‘Athiyyah: "Dari Umi athiyah berkata: Kami diperintahkan mengajak orang yang sedang haid dan orang-orang tua menghadiri dua salat ied. Lalu mereka menyaksikan jamaah umat Islam dan ajakan mereka. Sedangkan orang yang haid dipisahkan dari tempat salat. Seorang wanita bertanya: Wahai Rasulullah, salah satu kami tidak punya jilbab? Nabi menjawab: Hendaklah temannya memberikan jilbab untuknya." (HR Bukhari).
Sholat ied juga dianjurkan berlangsung di tanah lapang. Setiap muslim membawa sejadah masing-masing dengan berjalan kaki sambil membaca takbir.
Kemudian mengambil jalan berbeda dari jalan yang dilalui waktu berangkat. Tujuannya agar semakin banyak bertemu dengan orang-orang untuk berbagi kebahagiaan dan keceriaan.