home lifestyle muslim

Di Balik Permata Gemerlap Putri Ali bin Abi Thalib

Ahad, 01 Agustus 2021 - 03:16 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/ iStock
Suatu hari Ali bin Abi Thalib sangat kaget dengan penampilan putrinya. Beliau merasa ada yang aneh dalam gaya hidup anaknya. Bagaimana tidak, putrinya mengenakan perhiasan batu permata gemerlap dari Baitul Mal. Dari mana barang mewah itu ia peroleh?

Dikisahkan dalam buku Golden Stories: Kisah-kisah Indah dalam Sejarah Islam, karyaMahmud Musthofa Saaddan Dr Nashir Abu Amir Al-Humaidi. Sebelumnya, Ali bin Abi Thalib sudah tahu mengenai keberadaan batu permata itu. Tapi Ali bin Abi Thalib tak habis pikir, bagaimana putrinya itu mendapatkan perhiasan itu. Padahal, dirinya beserta keluarganya sudah berkomitmen untuk zuhud dan menjaga diri mengikuti sunnah Rasulullah untuk hidup sederhana.

Lalu, Ali bin Abi Thalib berkata, “Dari mana dia mendapatkan batu permata itu? Demi Allah, aku akan memotong tangannya.”

Ali bin Abi Thalib awalnya menduga sang putri telah mencuri batu permata itu dari Baitul Mal. Karena itu dia sungguh-sungguh ingin memotong tangan putrinya. Beruntung, sebelum niat itu dilaksanakan, Ibnu Abi Rafi’, orang yang bekerja pada Ali bin Abi Thalib untuk menjaga Baitul Mal memberikan penjelasan perihal batu permata yang dikenakan putrinya itu.

“Demi Allah, wahai Amirul mukminin, akulah yang memberinya perhiasan batu permata itu. Bagaimana dia bisa mengambil batu permata itu, jika aku tidak memberikan padanya?” jelas Ibnu Rafi’. Mendengar penjelasan itu, Ali bin Abi Thalib pun terdiam.

Kisah ini memberikan gambaran bagaimana kehidupan para sahabat Rasulullah sebagai pemimpin yang lurus. Ketika anggota keluarganya melakukan kesalahan, mereka siap menghukumnya demi menegakkan keadilan. Disamping itu, para sahabat selalu berupaya untuk selalu menekankan komitmen hidup zuhud, tidak berminat kepada sesuatu yang bersifat keduniawian, alias meninggalkan gemerlap kehidupan yang bersifat material.

Sejatinya, zuhud termasuk salah satu ajaran agama yang sangat penting untuk mengendalikan diri dari pengaruh negatif kehidupan dunia. Sebagaimana firman Allah, “Katakanlah, kesenangan dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.” (Q.S. An-Nisa 4 : 77 ).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
sejarah gaya hidup golden story ali bin abi thalib perhiasan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya