Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 15 Juni 2026
home lifestyle muslim detail berita

Di Balik Permata Gemerlap Putri Ali bin Abi Thalib

Muhajirin Ahad, 01 Agustus 2021 - 03:16 WIB
Di Balik Permata Gemerlap Putri Ali bin Abi Thalib
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/ iStock
LANGIT7.ID - Suatu hari Ali bin Abi Thalib sangat kaget dengan penampilan putrinya. Beliau merasa ada yang aneh dalam gaya hidup anaknya. Bagaimana tidak, putrinya mengenakan perhiasan batu permata gemerlap dari Baitul Mal. Dari mana barang mewah itu ia peroleh?

Dikisahkan dalam buku Golden Stories: Kisah-kisah Indah dalam Sejarah Islam, karya Mahmud Musthofa Saad dan Dr Nashir Abu Amir Al-Humaidi. Sebelumnya, Ali bin Abi Thalib sudah tahu mengenai keberadaan batu permata itu. Tapi Ali bin Abi Thalib tak habis pikir, bagaimana putrinya itu mendapatkan perhiasan itu. Padahal, dirinya beserta keluarganya sudah berkomitmen untuk zuhud dan menjaga diri mengikuti sunnah Rasulullah untuk hidup sederhana.

Lalu, Ali bin Abi Thalib berkata, “Dari mana dia mendapatkan batu permata itu? Demi Allah, aku akan memotong tangannya.”

Ali bin Abi Thalib awalnya menduga sang putri telah mencuri batu permata itu dari Baitul Mal. Karena itu dia sungguh-sungguh ingin memotong tangan putrinya. Beruntung, sebelum niat itu dilaksanakan, Ibnu Abi Rafi’, orang yang bekerja pada Ali bin Abi Thalib untuk menjaga Baitul Mal memberikan penjelasan perihal batu permata yang dikenakan putrinya itu.

“Demi Allah, wahai Amirul mukminin, akulah yang memberinya perhiasan batu permata itu. Bagaimana dia bisa mengambil batu permata itu, jika aku tidak memberikan padanya?” jelas Ibnu Rafi’. Mendengar penjelasan itu, Ali bin Abi Thalib pun terdiam.

Kisah ini memberikan gambaran bagaimana kehidupan para sahabat Rasulullah sebagai pemimpin yang lurus. Ketika anggota keluarganya melakukan kesalahan, mereka siap menghukumnya demi menegakkan keadilan. Disamping itu, para sahabat selalu berupaya untuk selalu menekankan komitmen hidup zuhud, tidak berminat kepada sesuatu yang bersifat keduniawian, alias meninggalkan gemerlap kehidupan yang bersifat material.

Sejatinya, zuhud termasuk salah satu ajaran agama yang sangat penting untuk mengendalikan diri dari pengaruh negatif kehidupan dunia. Sebagaimana firman Allah, “Katakanlah, kesenangan dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.” (Q.S. An-Nisa 4 : 77 ).

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (Q.S. Al-Anaam 6: 32).

"Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) akhirat hanyalah sedikit.” ( Q.S. At-Taubah 9 : 38 ).

Sederet ayat di atas memberi petunjuk bahwa kehidupan dunia yang sekejap ini sungguh tidak sebanding dibanding kehidupan akhirat yang kekal dan abadi.

Sifat zuhud inilah yang membuat Ali bin Abi Thalib, meskipun menjadi pemimpin negara, tetap hidup sederhana. Seperti banyak diriwayatkan bahwa Ali bin Abi Thalib sering menjalani hari-harinya dengan menahan lapar. Bahkan pakaiannya lebih lusuh dibanding orang kebanyakan.

Sifat ini pula yang ditunjukkan Abu Bakar dan Umar bin Khatab. Padahal, kedua sahabat Rasulullah ini dikenal sebagai pemimpin yang sejatinya kaya raya, tetapi rela berpayah-payah menahan lapar. Begitu juga dengan Utsman bin Affan yang berlaku zuhud padahal harta dari hasil berdagang yang dilakulan begitu melimpah.

Sifat zuhud inilah yang membuat Ali bin Abi Thalib takut ketika ada benda, apalagi batu permata, tiba-tiba dimiliki anggota keluarganya tanpa alasan yang jelas. Sumber: Disadur dari buku Masuk Surga Sekelurga dan Golden Stories: Kisah-kisah Indah dalam Sejarah Islam.

(jak)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 15 Juni 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
11:57
Ashar
15:18
Maghrib
17:49
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)