Terlanjur Kena Gejala Hepatitis, Bagaimana Cara Atasinya?
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 06 Mei 2022 - 15:41 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat mewaspadai kasus hepatitis misterius yang memiliki gejala, seperti demam, mual, muntah, diare berat, kuning kejang hingga penurunan kesadaran.
Meskipun begitu, jika anak sudah terlanjur terinfeksi dengan gejala seperti di atas, spesialis anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr dr Hanifah Iswari, SpA(K) memberikan cara mengatasinya. Menurut dia, orang tua harus mewaspadai agar anak tidak ditemukan dalam kondisi yang sudah berat.
"Pertama, kita perlu waspada apalagi bagi orang-orang tua, agar tidak mendapatkan kondisi yang berat pada anak, tapi kita mendapatkannya dalam kondisi yang awal, di mana dokter mendapatkan ruang untuk menolong pasien lebih banyak," ujar dr Hanifah dalam keterangannya, dikutip Jumat (6/5/2022).
Baca Juga:Waspada Hepatitis Misterius Hantui Anak-anak, Ini Penjelasan Pakar
Hanifah menjelaskan salah satu gejala awal adalah saluran cerna. Para orang tua mesti waspada jika anak-anak mengalami gejala saluran cerna, seperti diare, mual, sakit perut, dan demam ringan. Sebab bisa saja itu sudah mengarah kepada hepatitis berat yang belum diketahui penyebabnya.
"Jika sudah seperti ini, bawalah anak kita ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat pertolongan dari tenaga kesehatan. Disana mereka akan memikirkan, apakah perlu diperiksa lebih lanjut guna mencari kemungkinan perjalanannya menjadi hepatitis aku berat atau tidak," tuturnya.
"Jadi jangan menunggu hingga gejalanya sampai kuning, jangan menunggu gejalanya sampai lebih berat, sebab jika sudah dikondisi itu kita bisa kehilangan momentum untuk menolong lebih cepat. Apalagi jika sudah sampai ditahan penurunan kesadaran, ini akan membuat dokter memiliki kesempatan sedikit untuk menolong mereka," lanjut Hanifah.
Meskipun begitu, jika anak sudah terlanjur terinfeksi dengan gejala seperti di atas, spesialis anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr dr Hanifah Iswari, SpA(K) memberikan cara mengatasinya. Menurut dia, orang tua harus mewaspadai agar anak tidak ditemukan dalam kondisi yang sudah berat.
"Pertama, kita perlu waspada apalagi bagi orang-orang tua, agar tidak mendapatkan kondisi yang berat pada anak, tapi kita mendapatkannya dalam kondisi yang awal, di mana dokter mendapatkan ruang untuk menolong pasien lebih banyak," ujar dr Hanifah dalam keterangannya, dikutip Jumat (6/5/2022).
Baca Juga:Waspada Hepatitis Misterius Hantui Anak-anak, Ini Penjelasan Pakar
Hanifah menjelaskan salah satu gejala awal adalah saluran cerna. Para orang tua mesti waspada jika anak-anak mengalami gejala saluran cerna, seperti diare, mual, sakit perut, dan demam ringan. Sebab bisa saja itu sudah mengarah kepada hepatitis berat yang belum diketahui penyebabnya.
"Jika sudah seperti ini, bawalah anak kita ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat pertolongan dari tenaga kesehatan. Disana mereka akan memikirkan, apakah perlu diperiksa lebih lanjut guna mencari kemungkinan perjalanannya menjadi hepatitis aku berat atau tidak," tuturnya.
"Jadi jangan menunggu hingga gejalanya sampai kuning, jangan menunggu gejalanya sampai lebih berat, sebab jika sudah dikondisi itu kita bisa kehilangan momentum untuk menolong lebih cepat. Apalagi jika sudah sampai ditahan penurunan kesadaran, ini akan membuat dokter memiliki kesempatan sedikit untuk menolong mereka," lanjut Hanifah.