Pantauan Lalin Jasa Marga: Arus Balik Mudik Mulai Padat
Fajar adhitya
Jum'at, 06 Mei 2022 - 22:10 WIB
Arus balik menuju Jakarta mulai padat pada Jumat (6/5/2022). (foto: Jasa Marga)
Arus balik mudik lebaran Idul Fitri 2022/1443 Hijriah mulai padat. Jasa Marga mencatat kenaikan jumlah kendaraan ke wilayah Jabodetabek yang cukup tinggi sebesar 41 persen dari lalu lintas normal.
Corporate Communication PT Jasa Marga, Dwimawan Heru menjelaskan, sebanyak 563.593 kendaraan tercatat kembali ke wilayah Jabotabek dari Selasa (3/5/2022) sampai Kamis (5/5/2022).
Angka tersebut merupakan kumulatif dari empat Gerbang Tol (GT) yaitu GT Cikupa (arah Merak), GT Ciawi (arah Puncak), dan GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah Trans Jawa dan Bandung).
Baca juga:Polda Metro: Arus Balik ke Ibu Kota Alami Kenaikan Volume Kendaraan
“Total volume lalin yang kembali ke wilayah Jabotabek ini naik 41,1% jika dibandingkan lalin normal periode November 2021 dengan total 399.333 kendaraan,” kata Dwi, Jumat (6/5/2022).
Ia menjelaskan, distribusi lalu lintas masuk Jabotabek dari ketiga arah mayoritas dari arah Timur (Transjawa dan Bandung) sebanyak 308.641 kendaraan (54,76%). Kemudian sebanyak 129.577 kendaraan (22,99%) dari arah Barat (Merak), dan 125.375 kendaraan (22,25%) dari arah Selatan (Puncak).
Adapun rincian distribusi lalin sebagai berikut:
Corporate Communication PT Jasa Marga, Dwimawan Heru menjelaskan, sebanyak 563.593 kendaraan tercatat kembali ke wilayah Jabotabek dari Selasa (3/5/2022) sampai Kamis (5/5/2022).
Angka tersebut merupakan kumulatif dari empat Gerbang Tol (GT) yaitu GT Cikupa (arah Merak), GT Ciawi (arah Puncak), dan GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah Trans Jawa dan Bandung).
Baca juga:Polda Metro: Arus Balik ke Ibu Kota Alami Kenaikan Volume Kendaraan
“Total volume lalin yang kembali ke wilayah Jabotabek ini naik 41,1% jika dibandingkan lalin normal periode November 2021 dengan total 399.333 kendaraan,” kata Dwi, Jumat (6/5/2022).
Ia menjelaskan, distribusi lalu lintas masuk Jabotabek dari ketiga arah mayoritas dari arah Timur (Transjawa dan Bandung) sebanyak 308.641 kendaraan (54,76%). Kemudian sebanyak 129.577 kendaraan (22,99%) dari arah Barat (Merak), dan 125.375 kendaraan (22,25%) dari arah Selatan (Puncak).
Adapun rincian distribusi lalin sebagai berikut: