Presiden Jokowi: Doa adalah Senjata Mukmin Bangkitkan Harapan
Ajeng ritzki
Senin, 02 Agustus 2021 - 07:19 WIB
Presiden Joko Widodo saat acara Zikir dan Doa Kebangsaan 76 Tahun Indonesia Merdeka, secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Ahad (1/8/2021) Foto: Antara
Doa adalah senjata orang mukmin atau orang beriman. Ia bisa menjadi kekuatan dahsyat untuk membangkitkan harapan, terutama saat pandemi kini.
Pernyataan itu disampaikan Presiden Ri Joko Widodo dalam sambutannya pada acara Zikir dan Doa Kebangsaan 76 Tahun Indonesia Merdeka, yang berlangsung secara virtual di Jakarta, Ahad (1/8/2021) malam.
"Sebagai bangsa yang berketuhanan Yang Maha Esa, doa adalah senjata orang mukmin. Penguat dan penyembuh. Sebagai kekuatan maha dahsyat untuk membangkitkan harapan dan optimisme," kata Presiden sebagaimana disaksikan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden.
Pada acara Zikir dan Doa Kebangsaan, kata Pesiden, para tokoh lintas agama dalam kebersamaan, berzikir melantunkan doa, bersyukur kepada Allah SWT atas anugerah kemerdekaan bagi bangsa Indonesia, sekaligus memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang agar bangsa dan negara Indonesia segera terbebas dari pandemi COVID-19.
Kepala Negara menyampaikan para tokoh lintas agama juga memohon kepada Tuhan agar bangsa Indonesia mendapat petunjuk cahaya terang melanjutkan perjalanan menuju Indonesia maju.
"Dalam kesempatan yang baik ini saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas berbagai upaya bantuan dan juga dukungan dari alim ulama, dari para pemuka agama dan para mubaligh yang selalu mengajak umat untuk mematuhi protokol kesehatan, membantu percepatan vaksinasi serta membimbing dan mendampingi umat melalui situasi yang sulit ini," jelas Presiden.
Presiden juga mengajak seluruh pihak mengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini merupakan berkat rahmat Allah SWT dan buah perjuangan dari para syuhada. Ia menyebut perjuangan itu bentuk semangat persatuan dan kebersamaan dari seluruh anak bangsa tanpa mengenal perbedaan suku, agama dan juga golongan.
Pernyataan itu disampaikan Presiden Ri Joko Widodo dalam sambutannya pada acara Zikir dan Doa Kebangsaan 76 Tahun Indonesia Merdeka, yang berlangsung secara virtual di Jakarta, Ahad (1/8/2021) malam.
"Sebagai bangsa yang berketuhanan Yang Maha Esa, doa adalah senjata orang mukmin. Penguat dan penyembuh. Sebagai kekuatan maha dahsyat untuk membangkitkan harapan dan optimisme," kata Presiden sebagaimana disaksikan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden.
Pada acara Zikir dan Doa Kebangsaan, kata Pesiden, para tokoh lintas agama dalam kebersamaan, berzikir melantunkan doa, bersyukur kepada Allah SWT atas anugerah kemerdekaan bagi bangsa Indonesia, sekaligus memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang agar bangsa dan negara Indonesia segera terbebas dari pandemi COVID-19.
Kepala Negara menyampaikan para tokoh lintas agama juga memohon kepada Tuhan agar bangsa Indonesia mendapat petunjuk cahaya terang melanjutkan perjalanan menuju Indonesia maju.
"Dalam kesempatan yang baik ini saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas berbagai upaya bantuan dan juga dukungan dari alim ulama, dari para pemuka agama dan para mubaligh yang selalu mengajak umat untuk mematuhi protokol kesehatan, membantu percepatan vaksinasi serta membimbing dan mendampingi umat melalui situasi yang sulit ini," jelas Presiden.
Presiden juga mengajak seluruh pihak mengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini merupakan berkat rahmat Allah SWT dan buah perjuangan dari para syuhada. Ia menyebut perjuangan itu bentuk semangat persatuan dan kebersamaan dari seluruh anak bangsa tanpa mengenal perbedaan suku, agama dan juga golongan.