TNI Manunggal Masuk Desa Bangun Masjid Nurul Iman di Sleman
Priyo Setyawan
Rabu, 11 Mei 2022 - 20:20 WIB
Karo Bin Bermas) Setda Pemda DIY, Sukamto membuka kegiatan TMMD regular 113 di Pandowoharjo, Sleman, Rabu (11/5/2022). (Foto dok Prokompin Sleman.)
TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) regular 113 wilayah Kodim 0732/Sleman resmi dimulai, Rabu (11/5/2022). Salah satu sasarannya membangun Masjid Nurul Iman di Sleman.
Kepala Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat (Karo Bin Bermas) Setda Pemda DIY, Sukamto membuka kegiatan tersebut di Pandowoharjo, Sleman. TMMD ini sebagai upaya untuk memberdayakan masyarakat melalui pembangunan fisik dan nonfisik.
Baca juga:Brigjen TNI Puji Cahyono Jabat Danrem 072 Pamungkas
Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Inf Heri Dwi Subagyo mengatakan ada dua sasaran dalam TMMD yakni sasaran fisik dan nonfisik. Untuk sasaran fisik meliputi cor blok jalan, pembuatan talud, pembangunan tempat ibadah dan rehab rumah tidak layak huni (RTLH).
“Panjang cor blok, 1.060 meter (m) dan lebar 3 m. Pembuatan talud panjang 1.060 meter, lebar 20 cm, tinggi 1 meter. Untuk pembangunan ibadah yakni Masjid Nurul Iman lantai 1 ukuran 10 x 10 mtr dan rehab RTLH 6 unit,” katanya.
Sedangkan sasaran nonfisik meliputi, penyuluhan bela negara, wawasan kebangsaan (Wasbang), penyuluhan pencegahan kejahatan anak di jalan, sosialisasi KB, pelayanan pemeriksaan mata, sunatan massal, pelayanan Posyandu.
“Selain itu juga ada penyuluhan bahaya terorisme dan radikalisme, penyuluhan rehabilitasi pengguna narkoba, penyuluhan pencegahan kejahatan jalanan, penyuluhan ketahanan pangan dan usaha tani, pelayanan donor darah serta operasi katarak,” jelasnya.
Kepala Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat (Karo Bin Bermas) Setda Pemda DIY, Sukamto membuka kegiatan tersebut di Pandowoharjo, Sleman. TMMD ini sebagai upaya untuk memberdayakan masyarakat melalui pembangunan fisik dan nonfisik.
Baca juga:Brigjen TNI Puji Cahyono Jabat Danrem 072 Pamungkas
Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Inf Heri Dwi Subagyo mengatakan ada dua sasaran dalam TMMD yakni sasaran fisik dan nonfisik. Untuk sasaran fisik meliputi cor blok jalan, pembuatan talud, pembangunan tempat ibadah dan rehab rumah tidak layak huni (RTLH).
“Panjang cor blok, 1.060 meter (m) dan lebar 3 m. Pembuatan talud panjang 1.060 meter, lebar 20 cm, tinggi 1 meter. Untuk pembangunan ibadah yakni Masjid Nurul Iman lantai 1 ukuran 10 x 10 mtr dan rehab RTLH 6 unit,” katanya.
Sedangkan sasaran nonfisik meliputi, penyuluhan bela negara, wawasan kebangsaan (Wasbang), penyuluhan pencegahan kejahatan anak di jalan, sosialisasi KB, pelayanan pemeriksaan mata, sunatan massal, pelayanan Posyandu.
“Selain itu juga ada penyuluhan bahaya terorisme dan radikalisme, penyuluhan rehabilitasi pengguna narkoba, penyuluhan pencegahan kejahatan jalanan, penyuluhan ketahanan pangan dan usaha tani, pelayanan donor darah serta operasi katarak,” jelasnya.