Jokowi akan Lepas Buya Syafii ke Peristirahatan Terakhir
Priyo Setyawan
Jum'at, 27 Mei 2022 - 13:54 WIB
Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif (foto: wikipedia)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nahsir akan melepas almarhum Prof. Ahmad Syaii Maarif atau Buya Syafii ke pemakaman dari Masjid Gede Kauman, Yogyakarta.
Buya akan dimakamkan di Pemakaman Muhammadiyah Dusun Donomulyo, Nanggulan, Kulonprogo. Jenazah sekarang berada di masjid Gede Kauman, Yogayakarta dan akan dilepas ke pemakaman ba'da Ashar pukul 15.00 WIB.
Presiden akan melepas almarhum Buya Syafii mewakili Negara, dan Prof Haedar Nashir melepas mewakili Muhammadiyah dan Keluarga.
Baca juga:Kenang Buya Syafii Maarif, Kemenag: Indonesia Kehilangan Pemikir Bangsa dan Penulis Produktif
“Presiden diperkiraan tiba di Masjid Gedhe Kuaman pukul 14.30 WIB,” kata staf Humas Muhammadiyah, Adam dalam keterangan tertulisnya.
Seperti diberitakan Prof. Ahmad Syafii Maarif meninggal dunia di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, Jumat (27/5/2022) pukul 10.15 WIB dalam usia 87 tahun.
Beliau dirawat sejak 14 Mei 2022, karena mengalami sesak nafas dan ditangan tim dokter Jantung dari internal PKU Muhammadiyah Gamping dan Yogyakarta serta dari tim dokter jantung kepersidenan.
Buya akan dimakamkan di Pemakaman Muhammadiyah Dusun Donomulyo, Nanggulan, Kulonprogo. Jenazah sekarang berada di masjid Gede Kauman, Yogayakarta dan akan dilepas ke pemakaman ba'da Ashar pukul 15.00 WIB.
Presiden akan melepas almarhum Buya Syafii mewakili Negara, dan Prof Haedar Nashir melepas mewakili Muhammadiyah dan Keluarga.
Baca juga:Kenang Buya Syafii Maarif, Kemenag: Indonesia Kehilangan Pemikir Bangsa dan Penulis Produktif
“Presiden diperkiraan tiba di Masjid Gedhe Kuaman pukul 14.30 WIB,” kata staf Humas Muhammadiyah, Adam dalam keterangan tertulisnya.
Seperti diberitakan Prof. Ahmad Syafii Maarif meninggal dunia di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, Jumat (27/5/2022) pukul 10.15 WIB dalam usia 87 tahun.
Beliau dirawat sejak 14 Mei 2022, karena mengalami sesak nafas dan ditangan tim dokter Jantung dari internal PKU Muhammadiyah Gamping dan Yogyakarta serta dari tim dokter jantung kepersidenan.