Lampaui Negara hingga Korporasi Global, Muhammadiyah Siap Go Internasional
Muhajirin
Senin, 30 Mei 2022 - 12:53 WIB
Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah dan Aisyah di Surakarta, Senin (40/5/2022) (foto: istimewa)
Jelang Muktamar Muhammadiyah, persyarikatan yang didirikan KH Ahmad Dahlan ini serius untuk mempersiapkan internasionalisasi gerakannya. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menjelaskan, program internasionalisasi Muhammadiyah merupakan langkah awal organisasi tersebut sejak lahir, meski awalnya terbatas pada dunia Islam.
"Dalam pernyataan pemikiran Muhammadiyah abad kedua, disebut embrio dari kosmopolitanisme Muhammadiyah, bagian dari pencerahan muhammadiyah, yang terus berlanjut pada fase berikutnya," kata Haedar dalam Muktamar Pra-Muktamar Muhammadiyah dan 'Aisyiyah ke-48 di Surakarta, Senin (30/5/2022).
Dia menjelaskan, sejak tahun 2000, mulai Muktamar Aceh hingga Yogyakarta, program internasionalisasi Muhammadiyah bukan berada di ruang vakum. Namun sudah dilakukan. Kini hanya perlu pengembangan lebih jauh agar memberi dampak pada fase berikutnya, dan kehadiran Muhammadiyah di dunia internasional lebih masih dan sistematif.
Baca Juga: Resmi Beroperasi, Muhammadiyah Australia College Diisi Siswa Berbagai Bangsa
"Ini sebenarnya ada dalam pernyataan pemikiran Muhammadiyah, di mana Muhammadiyah hadir untuk melakukan transformasi gerakan pencerahan dalam dunia kemanusiaan semesta, wujudnya aktualisasi kosmopolitanisme Islam melalui gerakan internasionalisasi Muhammadiyah," kata Haedar.
Dalam perspektif kosmopolitanisme Islam, kata Haedar, pandangan wasathiyah Islam berkemajuan yang bersifat universal untuk membawa misi rahmatan lil alamin merupakan relevansi yang bisa dihadirkan.
"Dalam pernyataan pemikiran Muhammadiyah abad kedua, disebut embrio dari kosmopolitanisme Muhammadiyah, bagian dari pencerahan muhammadiyah, yang terus berlanjut pada fase berikutnya," kata Haedar dalam Muktamar Pra-Muktamar Muhammadiyah dan 'Aisyiyah ke-48 di Surakarta, Senin (30/5/2022).
Dia menjelaskan, sejak tahun 2000, mulai Muktamar Aceh hingga Yogyakarta, program internasionalisasi Muhammadiyah bukan berada di ruang vakum. Namun sudah dilakukan. Kini hanya perlu pengembangan lebih jauh agar memberi dampak pada fase berikutnya, dan kehadiran Muhammadiyah di dunia internasional lebih masih dan sistematif.
Baca Juga: Resmi Beroperasi, Muhammadiyah Australia College Diisi Siswa Berbagai Bangsa
"Ini sebenarnya ada dalam pernyataan pemikiran Muhammadiyah, di mana Muhammadiyah hadir untuk melakukan transformasi gerakan pencerahan dalam dunia kemanusiaan semesta, wujudnya aktualisasi kosmopolitanisme Islam melalui gerakan internasionalisasi Muhammadiyah," kata Haedar.
Dalam perspektif kosmopolitanisme Islam, kata Haedar, pandangan wasathiyah Islam berkemajuan yang bersifat universal untuk membawa misi rahmatan lil alamin merupakan relevansi yang bisa dihadirkan.