Pencarian Eril
Puisi JS Khaerin, Gambaran Tangisan Seorang Ayah dalam Diam
Fifiyanti Abdurahman
Kamis, 02 Juni 2022 - 12:36 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat bertemu warga yang menolong Zahra, Heinrich. Foto: KBRI Bern
Kabar hilangnyaEmmeril Kahn Mumtadz atau Eril, putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Sungai Aare, Swiss, pada Kamis (26/5/2022) menimbulkan luka mendalam bagi keluarganya. Terlebih hingga hari ini, memasuki hari ketujuh, belum ada informasi Eril ditemukan.
Tak hanya keluarga, khususnya kedua orang tua Eril, masyarakat Indonesia pun merasakan hal yang sama. Doa terus dipanjatkan dengan harapan ada kabar baik yang datang.
Baca juga: Ustadz Adi Hidayat Ajak Masyarakat Perbanyak Baca Surat Al-Fatihah Terkait Pencarian Eril
Penulis Novel, J.S Khairen salah satunya. Meski mengaku meski tidak mengenal langsung Ridwan Kamil dan Eril, namun kabar tersebut membuat dirinya juga ikut sedih dan memuangkannya dalam bentuk puisi yang di unggah di akun Instagram terverifikasi @js_khairen, dikutip Kamis (2/6/2022).
Berikut isi puisi yang dituliskan JS Khairen sebagai gambaran hati sang ayah, Ridwan Kamil.
Tangis paling mengerikan adalah tangis tak bersuara seorang ayah.
Tangannya menyentuh permukaan sungai nan dingin itu. Di dalam hati, ia berteriak. Semoga sentuhan barusan merambat sampai ke anaknya, yang entah berada di mana sekarang. Semoga, sentuhan itu memberi pesan.
Tak hanya keluarga, khususnya kedua orang tua Eril, masyarakat Indonesia pun merasakan hal yang sama. Doa terus dipanjatkan dengan harapan ada kabar baik yang datang.
Baca juga: Ustadz Adi Hidayat Ajak Masyarakat Perbanyak Baca Surat Al-Fatihah Terkait Pencarian Eril
Penulis Novel, J.S Khairen salah satunya. Meski mengaku meski tidak mengenal langsung Ridwan Kamil dan Eril, namun kabar tersebut membuat dirinya juga ikut sedih dan memuangkannya dalam bentuk puisi yang di unggah di akun Instagram terverifikasi @js_khairen, dikutip Kamis (2/6/2022).
Berikut isi puisi yang dituliskan JS Khairen sebagai gambaran hati sang ayah, Ridwan Kamil.
Tangis paling mengerikan adalah tangis tak bersuara seorang ayah.
Tangannya menyentuh permukaan sungai nan dingin itu. Di dalam hati, ia berteriak. Semoga sentuhan barusan merambat sampai ke anaknya, yang entah berada di mana sekarang. Semoga, sentuhan itu memberi pesan.