LANGIT7.ID - , Jakarta - Kabar hilangnya
Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril, putra sulung Gubernur Jawa Barat
Ridwan Kamil di
Sungai Aare, Swiss, pada Kamis (26/5/2022) menimbulkan luka mendalam bagi keluarganya. Terlebih hingga hari ini, memasuki hari ketujuh, belum ada informasi Eril ditemukan.
Tak hanya keluarga, khususnya kedua orang tua Eril, masyarakat Indonesia pun merasakan hal yang sama. Doa terus dipanjatkan dengan harapan ada kabar baik yang datang.
Baca juga: Ustadz Adi Hidayat Ajak Masyarakat Perbanyak Baca Surat Al-Fatihah Terkait Pencarian ErilPenulis Novel,
J.S Khairen salah satunya. Meski mengaku meski tidak mengenal langsung Ridwan Kamil dan Eril, namun kabar tersebut membuat dirinya juga ikut sedih dan memuangkannya dalam bentuk puisi yang di unggah di akun Instagram terverifikasi @js_khairen, dikutip Kamis (2/6/2022).
Berikut isi puisi yang dituliskan JS Khairen sebagai gambaran hati sang ayah, Ridwan Kamil.
Tangis paling mengerikan adalah tangis tak bersuara seorang ayah.Tangannya menyentuh permukaan sungai nan dingin itu. Di dalam hati, ia berteriak. Semoga sentuhan barusan merambat sampai ke anaknya, yang entah berada di mana sekarang. Semoga, sentuhan itu memberi pesan.la coba lihat-lihat ke dasar sungai. Namun yang terlihat malah hal lain, bayangan saat ia menggendong sang putra pertama kali. Saat hari pertama ia mengantarkannya ke sekolah. Juga saat bersorak bangga saat anaknya lulus.Masih ia percik-percikkan permukaan sungai itu. Mungkin jika boleh bertanya, ia akan bertanya."Di mana anakku, sungai? Tenggelamkah? Di ujung sana menanti kedinginan kah? Sudah menepi? Terduduk di rumah seseorang sambil pengobatan cidera kah? Sungai, tolong beritahu."Pria topi bundar itu runtuh. Setiap hari, jutaan ayah, jutaan orang, jutaan anak, juga khawatir dan ikut berdoa diam-diam untuk mereka. Barang kali kalau boleh ikut terjun ke sana, akan ada banyak ayah yang siap ikut terjun membantu.Hai sungai yang dingin, tak cukup hangatkah doa yang kami kirim? Yang tiap buka gawai, entah bagaimana secara insting terus mencari berita Eril, Eril, Eril.Gak kenal Eril, gak terlalu sering ngikutin Kang Emil. Namun beberapa hari belakangan, ada banyak orang yang secara tulus berdoa agar ia segera ditemukan. Tidak cukup hangatkah itu, wahai sungai?Broadcaster of daily happines, begitu tulisan di bio IG si pria topi bundar. Kurang lebih maknanya adalah, sang penyiar kebahagiaan. Namun, beberapa hari ini ia tengah bersedih. Melihatnya bersedih, kita ikut-ikutan remuk.Sungai, jika tangis diam-diam seorang ayah adalah tangis paling menakutkan, maka cukupkah tangis dan doa kami, supaya kau menghangat dan mereda? Tolong beritahu ia di mana.Salam, J.S. Khairen, seorang ayah.Baca juga: Keluarga Eril Ikhlas, Ini Makna Ridho kepada Qadha dan QadarallahJombang Santani Khairen atau dikenal dengan nama pena JS Khairen merupakan penulis novel Tanah Air. Sejak tahun 2013 hingga sekarang, pria kelahiran Padang, 23 Januari 1991 tersebut telah mengeluarkan 15 judul buku.
Di antaranya yakni: Igauan Kita, Rinduku Sederas Hujan Sore Itu, Ninevelove, 30 Paspor The Peackeapers’ Journey, Kami (Bukan) Sarjana Kertas, Kami (Bukan Jongos) Berdasi, Kami (Bukan) Generasi Bac*t, Kami (Bukan) Fakir Asmara, Karnoe dan lainya.
Sebelum menjadi penulis novel, J.S Khairen awalnya suka menulis cerpen. Ada banyak cerpen yang ditulis oleh ayah dua anak ini. Bahkan, beberapa cerpen tersebut ia jadikan buku.
Kegemaran menulis alumni Universitas Indonesia ini diketahui karena sang ayah merupakan seorang wartawan. Bahkan ayahnya pernah mendirikan kelas menulis informal di Padang kala J.S Khairen masih kelas 4 SD.
Baca juga: Eril Hilang di Sungai Aare, Keluarga Ikut Pencarian Setiap HariSelain sebagai penulis, J.S Khairen juga ternyata berprofesi sebagi aktor. Pada tahun 2020, dirinya bermain film yang tayang di Netflix bertajuk Humba Dreams, dan ia berperan sebagai pemeran utama.
(est)