LANGIT7.ID-, Jakarta - - Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang melibatkannya belakangan. Diketahui RK digugat cerai oleh istrinya, politikus Golkar, Atalia Praratya.
RK meminta maaf secara khusus pada istrinya Atalia Praratya. Mengaku khilaf dan banyak dosa, RK mengatakan Atalia berhak bahagia.
"Saya mengakui selama 29 tahun pernikahan, saya banyak melakukan kekhilafan dan dosa kepada istri saya Atalia, sehingga perpisahan ini adalah hak beliau untuk bahagia dalam hidupnya tanpa ada saya di dalamnya. Permohonan maaf untuk Ibu Atalia dan teriring doa terbaik dari saya," kata RK di Instagram @ridwankamil, Selasa (23/12/2025).
Selain pada Atalia, RK juga meminta pada semua pihak yang terdampak seperti ibu dan anaknya.
"Saya juga memohon ampun kepada ibunda saya atas segala khilaf dan dosa sebagai anak yang mungkin mengecewakannya," katanya.
"Saya juga memohon maaf kepada anak-anak saya yang terdampak oleh peristiwa-peristiwa yang tidak sepenuhnya dipahami oleh mereka," imbuhnya.
Unggahan permohonan Ridwan Kamil ini langsung disukai oleh 110.548 pengguna Instagram. Bahka, kolom komentar dipenuhi dengan pantun-pantun dari netizen.
"Pantun dulu ya pa: aura kasih minum susu, terimakasih sudah bikin kita trust issue"
"Bu Atalia said: aura kasih suka mangkal, terimakasih selamat tinggal"
"Aura Kasih makan nangka, masih nggak nyangka"
"Aura kasian main di Persib, sekian dan terima nasib"
"Ke pasar pagi membeli selasih. Pulang sore membawa berita. Gosip berembus dibungkus aura kasih, bijaklah lidah, jangan mudah percaya kata"
"Aura kasih jualan paku, terimakasih sudah mengaku"
"Aura kasih, lisa mariana, Terimakasih, ditunggu karmana"
Seperti diketahui, baru-baru Atalia Praratya menggugat cerai Ridwan Kamil. Pihak Atalia mengatakan bahwa alasan perceraian bukan dikarenakan orang ketiga.
Namun, berbarengan dengan gugatan cerai tersebut, beredar isu yang menyebutkan adanya hubungan khusus antara Ridwan Kamil dan artis Aura Kasih.
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.