Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Pemicu dan Dampak Grey Divorce, Cerai di Usia Lanjut Seperti Atalia-Ridwan Kamil

esti setiyowati Kamis, 18 Desember 2025 - 19:42 WIB
Pemicu dan Dampak Grey Divorce, Cerai di Usia Lanjut Seperti Atalia-Ridwan Kamil
Pemicu dan Dampak Grey Divorce, Cerai di Usia Lanjut Seperti Atalia-Ridwan Kamil. Foto: ist
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Gugatan cerai politikus Golkar, Atalia Praratya terhadap suaminya, eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengejutkan publik.

Pasalnya Atalia dan RK dinilai sebagai pasangan harmonis dengan usia pernikahan hampir tiga dekade.

Bercerai di usia yang tak lagi muda, Atalia berusia 52 tahun dan Ridwan Kamil 54 tahun, kini menjadi fenomena umum yang sering dijumpai.

Baca juga: Pihak Atalia Praratya Ungkap Alasan Gugatan Cerai, Bukan karena Lisa Mariana

Fenomena ini dikenal juga dengan istilah "grey divorce" yang merujuk pada rambut putih di kalangan orang lanjut usia.

Selain Atalia-Ridwan Kamil, beberapa publik figur yang memutuskan bercerai di usia tak lagi muda seperti Andre Taulany dengan Rien Wartia Trigina yang telah berumahtangga selama 20 tahun.

Lalu apa yang menjadi penyebab fenomena grey divorce?

Psikolog sekaligus founder DEPTH, Yuli Suliswidiawati, pemicu terjadinya perceraian usia lanjut adalah komunikasi.

"Biasanya dalam keluarga yang dari asalnya tidak membiasakan komunikasi terbuka," kata Yuli dalam unggahan di akun Instagram @yulidepthofficial, dilihat LANGIT7.ID pada Kamis (18/12/2025).

Yuli mengatakan, saat usia menua sejumlah faktor dapat mempengaruhi kemampuan komunikasi, mulai dari pelupa, kurang fokus dan banyak beban pikiran.

"Dengan kondisi penurunan fisik dan mental ini, mayoritas dimulai dari keluhan fisik yang meningkat. Dari mental ke fisik, atau dari fisik ke mental," tambahnya.

Ironisnya, hal yang sama juga terjadi pada pasangannya. Pada kondisi ini kemudian muncul banyak tuntutan untuk dimengerti.

Baca juga: Atalia Praratya dan Ridwan Kamil Kompak Absen di Sidang Cerai Perdana

"Makin lama makin memuncak. Merasa sama-sama tidak mendapat support. Kalau begitu mungkin berpisah sajalah, karena buat apa kita tidak sudah saling mensupport," terang Yuli.

Karena itu, dibutuhkan pihak lain seperti anak-anak untuk menenangkan orang tuanya.

Dilansir BBC, psikoterapi asal California Carol Hughes mengetakan, perceraian dalam beberapa kasus dapat mengguncang pemahaman anak yang sudah dewasa tentang kisah hidup keluarganya, termasuk mempertanyakan identitas dan harga diri mereka, hingga mempengaruhi keputusan mereka dalam mengakhiri hubungan berpasangan.

Di samping itu, anak-anak yang sudah dewasa memihak kepada salah satu orang tua yang dinilainya "dirugikan" dari perceraian tersebut. Anak-anak merasa wajib untuk memberikan dukungan emosional dan sosial hingga saran hukum.

Profesor sosiologi di Kutztown University of Pennsyvania, Joleen Greenwood mengatakan bahwa perceraian di usia lanjut juga berpotensi memengaruhi hubungan orang tua dengan saudara kandung dan anggota keluarga besar, hari libur atau ritual yang menjadi kebiasaan keluarga, hingga merembet ke hubungan asmara anak-anak mereka yang sudah dewasa.

Baca juga: Atalia Gugat Cerai Ridwan Kamil, Netizen: Ibu Cinta Berhak Bahagia

Dampak besar lain dari grey divorce yaitu kemungkinan menghadapi persoalan terkait hak warisan, juga pengambilan keputusan medis saat kondisi kedaruratan terjadi.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)