Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 Juli 2026
home lifestyle muslim detail berita

Keluarga Eril Ikhlas, Ini Makna Ridho kepada Qadha dan Qadarallah

mahmuda attar hussein Rabu, 01 Juni 2022 - 15:50 WIB
Keluarga Eril Ikhlas, Ini Makna Ridho kepada Qadha dan Qadarallah
Ilustrasi berusaha ikhlas dengan qadha dan qadarallah. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Keluarga Gubernur Ridwan Kamil mengaku ikhlas dengan hilangnya Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril di Sungai Aare Swiss. Lalu bagaimana memaknai keikhlasan itu?

Ikhlas berarti ridho dengan ketetapan Allah Ta'ala atau qadha dan qadarallah. Allah SWT melihat keikhlasan hamba-hambanya.

Berdasarkan hadist diriwayatkan Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat (menilai) keikhlasan hatimu." (HR Muslim).

Baca Juga: Pencarian Eril Berlanjut, Pihak Keluarga Ikhlas Atas Semua Takdir

Ikhlas berasal dari kata akhlasha berarti, murni, bersih, jernih, tanpa campuran membersihkan sesuatu dari sesuatu yang mengotori. Dalam istilah lain, ikhlas berarti tidak berharap sesuatu atau karena tujuan lain.

Tidak semua orang bisa meraih sifat ikhlas. Untuk menggapainya seorang hamba harus paham bahwa Allah yang Maha Kuasa. Lalu hanya kepada-Nya lah umat Islam meminta pertolongan.

Sifat ikhlas tidak bisa didapat oleh orang yang kerap membanggakan diri atau ujub. Mereka pun harus berteman dengan orang-orang ahli kebaikan agar bisa meraih keikhlasan dalam beramal dan beribadah.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan