Ramadan adalah madrasah keikhlasan. Setiap ibadah yang dianjurkan di bulan suci ini mengajarkan kita untuk beramal dengan penuh ketulusan, hanya mengharap ridha Allah, tanpa mengharapkan pujian atau balasan dari manusia.
Doa memohon cinta Allah yang diajarkan Rasulullah merupakan amalan istimewa yang sering dibaca Nabi Daud. Untuk mendapatkan cinta Allah, diperlukan keikhlasan beribadah, niat yang benar, dan menjaga amal saleh dari riya. Ibadah yang paling dicintai Allah memiliki tingkatan berbeda sesuai waktu dan kondisinya.
Allah mencintai hamba yang memiliki tiga sifat utama: bertakwa (menjalankan perintah dan menjauhi larangan), kaya hati (qona'ah dan ridha), serta khafiy (rendah hati dan tidak suka pamer). Kunci meraih cinta Allah adalah dengan menjalankan ibadah dengan ikhlas dan menghindari riya dalam beramal.
Wakil Sekretaris Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Cecep Taufiqurraohman membahas makna ikhlas sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran.
Gus Baha mengajak umat Islam menemukan makna ibadah sejati melalui cinta tulus pada Allah. Beliau menekankan pentingnya beribadah tanpa mengharapkan imbalan surga atau takut neraka. Pandangan ini membuka wawasan baru tentang hubungan dengan Allah, menginspirasi banyak orang untuk mengevaluasi niat ibadah mereka. Ceramah ini menjadi pengingat untuk meningkatkan kualitas ibadah dengan keikhlasan murni.
Resep sehat Rasulullah: Sembuhkan hati untuk menyembuhkan badan. Sakit hati kronis berdampak pada tubuh, memicu penyakit serius. Akar masalah sering diabaikan. Hati yang bersih adalah kunci kesehatan. Ikhlas, syukur, dan berbagi tanpa pamrih membuat hati bahagia. Ubah mindset, berprasangka baik pada Allah. Maafkan dan doakan semua orang.
Dalam perjalanan seorang mukmin, Ikhlas menjadi fondasi utama yang membangun nilai-nilai ibadah. Sejalan dengan pandangan Syekh Nawawi Al-Bantani, ada tiga tingkatan ikhlas
Ada 2 hal yang bikin dakwah efektif, yakni ikhlas dan kasih sayang. Kondisi ini juga berlaku bagi penulis yang bukunya memiliki monumental efek luar biasa.
Pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym menyebut orang yang ikhlas adalah orang yang paling bahagia. Lantaran orang ikhlas melakukan sesuatu yang paling dicintai Allah SWT yakni memurnikan niat.