LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 2 hal yang bikin
dakwah efektif, yakni ikhlas dan kasih sayang. Kondisi ini juga berlaku bagi penulis yang bukunya memiliki monumental efek luar biasa.
"Jangan sampai menulis buku demi popularitas, royalti dan demi diakui. Jika sudah menulis buku agama, maka pilihannya cuma satu harus lillahitaalah, benar-benar mengharapkan keridhoan Allah," kata pendakwah dan pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Yan Gymnastiar atau
Aa Gym dalam kajian virtual yang diikuti Langit7, Ahad (11/12/2022).
Menurut dia, jika seseorang sudah sibuk dengan penilaian dan pengakuan dari makhluk, mulai tumpul lah kekuatan
dakwah. Sebab aslinya dakwah tidak bisa mengubah siapa pun.
Dakwah adalah memperbaiki diri dan melakukan yang terbaik. Selebihnya, Allah SWT lah yang memberikan hidayah kepada siapa ia kehendaki.
Baca Juga: Ustaz Handy Bonny: Teknologi Harus Dimaksimalkan untuk Dakwah"Kita tidak bisa mengubah siapapun, tidak bisa membolak-balikkan hati siapapun. Tidak mudah memang berdakwah dengan berusaha ikhlas karena penyakitnya ingin pujian, pengakuan dan ingin balasan dari orang. Nah, ini yang membuat dakwah seseorang tidak memiliki power atau tidak memberikan power. Jadi harus berusaha ikhlas," katanya.
Aa Gym berpendapat jika sudah berusaha ikhlas, dan kedepan dunia didatangkan oleh Allah SWT maka itu bukan sesuatu yang ditujuh melainkan itu pelengkap untuk menambahkan kekuatan dakwah.
Para ulama yang ikhlas jika dakwah kata-katanya sederhana, tetapi efeknya luar biasa di mana memiliki daya ubah yang besar. Sebab Allah SWT tahu dakwah mereka bukan untuk dipuji.
Lebih lanjut, dia berkata siapa pun harus terlibat dalam dakwah akan tetapi penting untuk memeriksa tujuan Anda, terutama yang memiliki sosial media.
"Harus tanya apakah benar kita dakwah dimedsos agar orang lain dapat hidayah? Apakah benar niat dakwah di medsos agar orang lain lebih baik? Ataukah hanya ingin banyak followers, subscribers, komentar baik, dan like? Lebih repot lagi kalau ingin banyak iklan, dan itu bisa menjadi pemasukan. Kalau dakwah hanya untuk pemasukan, ya Allah SWT tahu niat seperti itu, padahal yang di sampaikan ayat-ayat Allah. Nah ini sebaiknya dievaluasi," katanya.
Jadi tujuannya harus benar, kalaupun kelak dari media sosial mendapatkan rezeki, itu adalah bonus untuk meningkatkan kapasitas dakwah bukan menjadi tujuan.
Kedua, dakwah kasih sayang. Menurut dia, untuk dakwah ini dihati Anda harus ditanamkan keinginan ketika melihat non muslim misal. "Mudah-mudahan mereka bisa mengenal Islam, mereka bisa mendapatkan hidayah dan bisa selamat jadi ahli surga."
"Jadi kasih sayang ini menginginkan orang-orang mendapatkan pertolongan Allah SWT, dari tidak iman jadi iman, dari Islam jadi iman, dari iman jadi ihsan, yang bergelumun dosa jadi taubat. Pokoknya, ingin saja orang lain itu selamat. Ini penting sekali," tutur Aa Gym.
Di sini posisi Anda sedang tidak dalam menghakimi, dan Allah SWT tahu hati Anda ingin kebaikan bagi hamba-hambanya. Jika sudah demikian, Aa Gym berharap Anda menjadi orang terpilih.
"Intinya kita harus ingin orang lain beriman, bukan hanya dapat harta, dan makanan. Nah, ingin yang ada di hati kita itu saja sudah bagian dari kisah sayang. Insya Allah nanti terpancar dari raut muka, tutur kata, keputusan-keputusan, dan sikap kita. Maka dari awal inginkan orang lain selamat, bahagia dan itu diluar kekuasaan kita menyelamatkan orang. Tetapi keinginan kita Allah SWT sudah tahu, maka jangan sampai dihati kita tidak ada keinginan," cetusnya.
(bal)