LANGIT7.ID-, Jakarta- - Dalam sebuah ceramah yang menggetarkan hati, KH. Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang akrab disapa Gus Baha, membagikan pandangan yang mencerahkan tentang esensi ibadah dalam Islam. Ulama kharismatik ini mengajak umat untuk melihat ibadah dari sudut pandang yang lebih dalam, melampaui janji surga dan ancaman neraka.
Gus Baha, yang dikenal sebagai murid kesayangan Syaikhona KH Maimoen Zubair, menekankan bahwa ibadah sejati seharusnya dilakukan dengan penuh cinta kepada Allah, bukan sekadar mengejar imbalan surga atau menghindari siksa neraka. "Saya ini pengagum teori ikhlas dilatih bil 'ilmi," ungkapnya.
Baca juga:
Gus Baha Ungkap Kunci Produktivitas Maksimal bagi Profesional MuslimPandangan ini membuka mata banyak orang. Gus Baha mengilustrasikan konsepnya dengan contoh sederhana dari kehidupan sehari-hari. "Kalau mengenai hakikat-hakikat sederhana seperti air dingin dan api panas saja saya jujur tanpa imbalan, lalu kenapa ketika berbicara tentang Allah saya harus minta imbalan surga atau neraka?" ujarnya, mengajak pendengar untuk merenungkan motivasi terdalam mereka dalam beribadah.
Meski demikian, Gus Baha tidak menafikan pentingnya surga dan neraka dalam ajaran Islam. Ia hanya mengajak umat untuk melihat beyond itu, fokus pada esensi hubungan dengan Allah. "Ketulusan dalam beribadah akan membawa kita pada kedekatan sejati dengan Allah," tambahnya.
Baca juga:
Cicak Masuk Rumah? Ini Pesan Spiritual dari Ustaz Adi HidayatGus Baha menegaskan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, manusia harus jujur terhadap hakikat, seperti mengakui bahwa air itu dingin dan api itu panas, tanpa mengharapkan imbalan apapun. Begitu pula seharusnya dalam beribadah kepada Allah.
Dalam ceramahnya, Gus Baha juga menyinggung tentang bagaimana kampanye-kampanye keagamaan saat ini sering kali hanya fokus pada imbalan akhirat. Ia menilai bahwa ini bukanlah tujuan utama dari beribadah. "Kalau kita hanya fokus pada surga dan neraka, kita akan kehilangan esensi dari beribadah itu sendiri. Yang penting adalah menjalankan perintah Allah dengan hati yang tulus dan ikhlas," ujarnya.
Baca juga:
Ustaz Adi Hidayat Ungkap Kebiasaan Makan Unik Imam An-Nawawi yang Bikin Netizen TercengangGus Baha menutup ceramahnya dengan pesan yang menyentuh, "Jadikan setiap ibadah kita sebagai ungkapan cinta kepada Allah. Bukan karena mengharap balasan, tapi karena kita mengakui kebesaran-Nya."
Ceramah inspiratif ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus meningkatkan kualitas ibadah mereka. Gus Baha berharap, dengan pemahaman yang lebih dalam tentang makna ibadah, umat Islam bisa menjalani kehidupan beragama yang lebih bermakna dan penuh ketulusan, melampaui janji surga dan ancaman neraka.
(lam)