Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 16 Maret 2026
home masjid detail berita

Lampu yang Menyinari Umat: Jejak Aisyah dalam Ilmu dan Akhlak

miftah yusufpati Selasa, 08 Juli 2025 - 05:45 WIB
Lampu yang Menyinari Umat: Jejak Aisyah dalam Ilmu dan Akhlak
Selain ilmunya yang luas, Aisyah juga dikenal memiliki akhlak yang luhur: jujur, rajin ibadah, sering tahajud, dan pemalu. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Gus Baha bercerita tentang peran besar Aisyah ra: cerdas, jujur, dan penyumbang besar ilmu bagi umat Islam.

Rais Syuriyah PBNU, KH Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang lebih akrab disapa Gus Baha, tersenyum kecil ketika mulai membuka kisahnya. “Coba kalau tidak ada Aisyah, mau tanya kepada siapa?” katanya pelan, dalam kanal YouTube NU Online beberapa waktu lalu.

Kalimat itu keluar setelah ia mengurai satu demi satu hikmah pernikahan Nabi Muhammad ﷺ dengan Aisyah. Bagi Gus Baha, pernikahan itu bukan sekadar urusan duniawi, melainkan perintah langsung Allah ﷻ.

“Nabi mendesain Aisyah karena cerdas,” katanya. “Umat Islam berutang banyak kepada Aisyah. Ia mendokumentasikan banyak hadis tentang perempuan.”

Dalam ceramah yang mengalir seperti biasanya, Gus Baha menyebut, banyak perkara fiqih yang rinciannya hanya kita ketahui karena riwayat dari Aisyah.

“Misalnya,” ujarnya sambil tertawa kecil, “jumlah air yang dipakai mandi itu berapa? Musta’mal itu seperti apa?”

Baca juga: Aisyah, Khadijah, dan Kata Cinta yang Tak Pernah Usang

Ia menyinggung betapa fiqih kadang “terlalu ekstrem” dalam memandang air musta’mal. Padahal, kata Aisyah, tangan Nabi ﷺ dan tangannya sendiri saling bergantian di wadah yang sama ketika mandi.

تَغْتَسِلُ أَنَا وَرَسُولُ اللَّهِ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ

"Aku dan Rasulullah mandi dari satu wadah yang sama."

Begitu pula saat ada sahabat bertanya kepada istri Nabi yang lain soal apakah mencium istri saat puasa membatalkan puasanya. Istri Nabi itu menjawab: “Jangan tanya aku, soalnya Nabi kalau denganku pas puasa tidak pernah mencium. Tanyalah ke Aisyah.”

Maka pergilah sahabat itu ke Aisyah, yang menjawab tegas:

قَبَّلَنِي رَسُولُ اللَّهِ وَهُوَ صَائِمٌ

"Rasulullah menciumku ketika beliau sedang berpuasa."

“Coba kalau tidak ada Aisyah, mau tanya kepada siapa?” Gus Baha mengulang, kali ini dengan nada penuh makna.

Dalam sejarah Islam, Aisyah bukan hanya dikenal sebagai istri Rasulullah ﷺ, melainkan juga sebagai salah satu rujukan ilmu yang paling utama. Para sahabat besar pun datang kepadanya untuk bertanya tentang fiqih, tafsir, syair, hingga sejarah Arab.

Baca juga: Menjenguk Orang Sakit Bukan Mahramnya: Kisah Sayyidah Aisyah Membesuk Bilal

Banyak ulama menyebut Aisyah sebagai lampu terang bagi ilmu di zamannya. “Dia seakan menjadi pelita yang menyinari para penuntut ilmu,” kata Gus Baha.

Aisyah meriwayatkan tak kurang dari 2.210 hadis dari Rasulullah ﷺ, ayahnya Abu Bakar, Umar, Fatimah, hingga sahabat-sahabat lain. Dalam daftar periwayat hadis terbanyak, Aisyah termasuk dalam tujuh besar bersama Umar, Ali, Abdullah bin Mas’ud, Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Abbas, dan Abdullah bin Umar.

Dalam satu riwayat tentang salat, Aisyah berkata:

كُنْتُ أَفْرُكُ المَنِيَّ مِنْ ثَوْبِ رَسُولِ اللَّهِ وَيُصَلِّي فِيهِ

"Aku biasa mengerik mani dari pakaian Rasulullah dan beliau tetap salat dengan pakaian itu."

Selain ilmunya yang luas, Aisyah juga dikenal memiliki akhlak yang luhur: jujur, rajin ibadah, sering tahajud, dan pemalu. Ia pernah mengatakan, selama di rumah yang ada makam Nabi ﷺ dan ayahnya Abu Bakar, ia tidak memakai hijab. Namun, ketika Umar bin Khattab dikubur di sana, ia selalu berhijab karena malu kepada Umar.

Aisyah wafat di Madinah pada 17 Ramadan tahun 57 H — ada pula yang meriwayatkan 58 H — dalam usia 66 tahun. Jenazahnya diantarkan lautan manusia pada malam hari, sebagaimana ia wasiatkan. Dimakamkan di Baqi’ dan disalatkan oleh Abu Hurairah yang menjadi imam.

Baca juga: Kisah Perkawinan Rasulullah dengan Sayyidah Aisyah: Cinta Setelah Menikah

Lima orang turun ke liang kuburnya: Abdullah dan Urwah (anak Zubair), Qasim dan Abdullah (anak Muhammad bin Abu Bakar), serta Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Bakar.

Bagi Gus Baha, cerita-cerita ini adalah cara untuk mengingatkan umat tentang pentingnya akhlak, ilmu, dan kerendahan hati.

“Berapa banyak ilmu yang kita dapatkan hanya dari jalur Aisyah,” katanya.

Dan tentu saja, berapa banyak pula umat Islam yang tak menyadari jasa besar perempuan dengan wajah cerdas itu.

Seperti ucapannya yang lirih namun jelas: "Coba kalau tidak ada Aisyah, mau tanya kepada siapa?"

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 16 Maret 2026
Imsak
04:33
Shubuh
04:43
Dhuhur
12:05
Ashar
15:12
Maghrib
18:09
Isya
19:17
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)