Goa Tapak Raja, Objek Wisata di IKN yang Menarik dan Masih Alami
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 03 Juni 2022 - 06:35 WIB
Objek wisata di IKN, Goa Tapak Raja. (Foto: Istimewa).
Ibu Kota Negara (IKN) di Penajam Paser Utara Kaltim ternyata memiliki objek wisata yang menarik. Lokasinya berada di Desa Wonosari yakni Gua Tapak Raja.
Kepala Desa Wonosari, Kasiyono mengatakan, Goa Tapak Raja lokasinya tidak begitu jauh dari pusat pemerintahan. Tepatnya berada di arah timur dari titik nol.
"Banyak masyarakat menyebut Gua Tapak Raja dengan sebutan Gua Bea, karena awalnya di goa tersebut ada penghuni bernama Bea," kata Kasiyono dilansir Antaranews, Kamis (2/6/2022).
Goa Tapak Raja merupakan peninggalan tokoh-tokoh adat setempat yang dulunya masih bernama Kampung Melempake, dan para sesepuh kampung melakukan pertapaan atau ritual setiap malam.
Baca Juga: Aksi Gila Mbah Bagong Habiskan Rp3 M, Sulap Sungai Kumuh Jadi Destinasi Wisata
Objek wisata di Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku, ditemukan warga setempat sejak awal adanya transmigrasi pada 1983. Seiring perkembangan zaman, tempat itu sudah tidak lagi menjadi tempat ritual bertapa.
Memang secara spesifik sejauh ini tidak menemukan masyarakat yang mengetahui betul menyangkut sejarah Goa Tapak Raja jelas dia, tetapi berdasarkan informasi dari sesepuh desa dahulu gua tersebut digunakan untuk bertapa para leluhur.
Kepala Desa Wonosari, Kasiyono mengatakan, Goa Tapak Raja lokasinya tidak begitu jauh dari pusat pemerintahan. Tepatnya berada di arah timur dari titik nol.
"Banyak masyarakat menyebut Gua Tapak Raja dengan sebutan Gua Bea, karena awalnya di goa tersebut ada penghuni bernama Bea," kata Kasiyono dilansir Antaranews, Kamis (2/6/2022).
Goa Tapak Raja merupakan peninggalan tokoh-tokoh adat setempat yang dulunya masih bernama Kampung Melempake, dan para sesepuh kampung melakukan pertapaan atau ritual setiap malam.
Baca Juga: Aksi Gila Mbah Bagong Habiskan Rp3 M, Sulap Sungai Kumuh Jadi Destinasi Wisata
Objek wisata di Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku, ditemukan warga setempat sejak awal adanya transmigrasi pada 1983. Seiring perkembangan zaman, tempat itu sudah tidak lagi menjadi tempat ritual bertapa.
Memang secara spesifik sejauh ini tidak menemukan masyarakat yang mengetahui betul menyangkut sejarah Goa Tapak Raja jelas dia, tetapi berdasarkan informasi dari sesepuh desa dahulu gua tersebut digunakan untuk bertapa para leluhur.