Khutbah Jumat: 5 Golongan Orang Beriman yang Disebut Mati Syahid
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 03 Juni 2022 - 10:15 WIB
Ilustrasi tewas tenggelam. (Foto: Pixabay).
Ada 5 golongan orang beriman yang disebut mati syahid. Salah satunya yakni mereka yang meninggal dunia dalam kecelakaan di perairan atau tenggelam.
Mereka yang tewas tenggelam, dan bagian dari orang-orang beriman, insyaAllah tercatat sebagai golongan mati syahid.
Terkait dengan dugaan kasus tenggelamnya anak sulung Ridwan Kamil, Emmeril Khan Mumtaz, memang belum dipastikan meninggal dunia. Namun di sisi lain, pencarian tim SAR selama berhari-hari sudah tidak membuahkan hasil.
Pihak keluarga pun mengaku sudah ikhlas dengan kemungkinan terburuk yang menimpa Eril. Kendati demikian Kang Emil dan keluarga memohon doa dari Masyarakat agar Eril segera ditemukan dalam keadaan terbaik.
Baca Juga: Eril Belum Ditemukan dan Keluarga Ikhlas, Jika Wafat Apakah Tergolong Syahid?
Salah satu takdir Allah yang pasti menimpa siapa pun di muka bumi adalah kematian. Kematian merupakan rahasia Allah yang kedatangannya tidak dketahui siapa pun.
Sebab itu, yang perlu dilakukan seseorang adalah mempersiapkan diri menghadapi kematian kapan dan di manapun. Karena saat kematian datang tidak dapat dimajukan dan tidak dapat dimundurkan walaupun sesaat.
Mereka yang tewas tenggelam, dan bagian dari orang-orang beriman, insyaAllah tercatat sebagai golongan mati syahid.
Terkait dengan dugaan kasus tenggelamnya anak sulung Ridwan Kamil, Emmeril Khan Mumtaz, memang belum dipastikan meninggal dunia. Namun di sisi lain, pencarian tim SAR selama berhari-hari sudah tidak membuahkan hasil.
Pihak keluarga pun mengaku sudah ikhlas dengan kemungkinan terburuk yang menimpa Eril. Kendati demikian Kang Emil dan keluarga memohon doa dari Masyarakat agar Eril segera ditemukan dalam keadaan terbaik.
Baca Juga: Eril Belum Ditemukan dan Keluarga Ikhlas, Jika Wafat Apakah Tergolong Syahid?
Salah satu takdir Allah yang pasti menimpa siapa pun di muka bumi adalah kematian. Kematian merupakan rahasia Allah yang kedatangannya tidak dketahui siapa pun.
Sebab itu, yang perlu dilakukan seseorang adalah mempersiapkan diri menghadapi kematian kapan dan di manapun. Karena saat kematian datang tidak dapat dimajukan dan tidak dapat dimundurkan walaupun sesaat.