Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Eril Belum Ditemukan dan Keluarga Ikhlas, Jika Wafat Apakah Tergolong Syahid?

Muhajirin Kamis, 02 Juni 2022 - 17:47 WIB
Eril Belum Ditemukan dan Keluarga Ikhlas, Jika Wafat Apakah Tergolong Syahid?
Petugas kepolisian Swiss terus berupaya mencari keberadaaan Emmeril Khan Mumtadz yang hilang di Sungai Aare, Bern Swiss (foto: KBRI Swiss)
LANGIT7.ID - Anak sulung Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz yang akrab disapa Eril, yang hanyut di Sungai Aare, Bern, Swiss pada Kamis (26/5/2022) sampai saat ini belum ditemukan. Proses pencarian terus dilakukan meski belum membuahkan hasil.

Pihak keluarga mengaku sudah ikhlas dengan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi. Kendati begitu, keluarga terus meminta doa masyarakat doa agar sang Emmeril ditemukan dalam keadaan yang terbaik.

Baca Juga: Keluarga Eril Ikhlas, Ini Makna Ridho kepada Qadha dan Qadarallah

Terdapat riwayat hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan, orang yang meninggal tenggelam dihukumi mati syahid. Namun, apakah semua orang yang mati tenggelam otomatis mendapat predikat syahid?.

Mengutip laman Albalad, anggota fatwa Darul Ifta Mesir, Syekh Dr Mahmud Syalaby, menjelaskan, dalam hal ini tidak ada yang mengetahui apakah yang bersangkutan telah bertaubat sebelum tenggelam atau tidak.

Allah Ta'ala berfirman, "Kecuali orang-orang yang bertaubat dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun Maha Penyayang." (QS. Al-Furqan: 70).

Syekh Syalaby juga mengutip Surah An Nisa ayat 17-18. Dia menjelaskan, sesungguhnya bertaubat kepada Allah itu hanya pantas bagi orang yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti, kemudian segera bertaubat.

Baca Juga: Ustadz Adi Hidayat Ajak Masyarakat Perbanyak Baca Surat Al-Fatihah Terkait Pencarian Eril

"Taubat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana," kata Syekh Syalaby.

Taubat seseorang tidak diterima Allah dari orang yang melakukan kejahatan jika ajal sudah terlepas dari tenggorokan. Taubat seseorang juga tidak diterima jika meninggal dalam keadaan kafir.

Syaikh Syalaby menjelaskan, ayat tersebut menunjukkan, batas waktu taubat adalah sampai ajal datang menjemput yakni ruh pergi meninggalkan tenggorokan.

"Kita sama sekali tidak mengetahui kapan momen ini datang, sampai memohon ampun dan bertaubat kepada Allah Ta'ala," ucapnya.

Baca Juga: Pencarian Eril Berlanjut, Pihak Keluarga Ikhlas Atas Semua Takdir

Syekh Syalaby melanjutkan, orang yang meninggal dunia karena tenggelam maka dia dikatakan sebagai syahid, seperti disebutkan dalam riwayat hadits berikut:

Dari ‘Abdullah bin Busr radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْقَتِيلُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ شَهِيدٌ وَالْمَطْعُونُ شَهِيدٌ وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ

“Orang yang terbunuh di jalan Allah (fii sabilillah) adalah syahid; orang yang mati karena wabah adalah syahid; orang yang mati karena penyakit perut adalah syahid; dan wanita yang mati karena melahirkan adalah syahid.” (HR. Ahmad, 2: 522. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth dan ‘Adil Mursyid menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)

"Kita harus berprasangka baik dan berdoa untuknya agar dia mendapat rahmat dan agar Allah mengampuni dosa-dosanya," tuturnya.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)