Tes PCR Positif, Tiga Calon Jemaah Haji Terancam Gagal ke Tanah Suci
Fajar adhitya
Sabtu, 04 Juni 2022 - 08:01 WIB
Ilustrasi tes PCR Covid-19. Foto: Pexels.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, dr. Budi Sylvana, MARS mengatakan ada tiga calon jemaah haji yang terancam gagal ke Tanah Suci, Mekkah pada pemberangkatan pertama, Sabtu (4/6/2022). Hal itu disebabkan karena hasil tes PCR positif Covid-19.
“Data kita ada tiga jemaah yang tidak bisa berangkat karena hasil tes PCR positif,” kata Budi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (4/6/2022).
Baca juga: Krisis Ekonomi, 1.585 Jemaah Sri Lanka Gagal Berangkat Haji
Budi memaparkan, tiga calon jemaah tersebut terdiri dari dua orang Embarkasi Jakarta (JKG) dan satu orang dari Embarkasi Surabaya (SUB). Mereka terpaksa harus mengalami gagal berangkat dan menjalani isolasi atau perawatan mandiri.
Budi menjelaskan, nasib calon jemaah yang tes PCR dinyatakan positif bisa berangkat apabila masih tersedia seat pada kelompok terbang (kloter) berikutnya. Syarat lainnya, mereka juga harus kembali menjalani tes PCR hingga dinyatakan negatif.
“Yang positif diobati dulu, lima hari kemudian dia tes PCR lagi, kalau sudah negatif dicarikan lagi seat-nya kalaupun masih tersedia. Jadi tetap PCR harus negatif dulu,” kata Budi.
Panitia Penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Jakarta memberangkatkan 389 calon jemaah haji kloter pertama pada Sabtu dini hari. Demografi jemaah terdiri dari 160 pria, 229 wanita, dan 4 orang petugas kloter.
“Data kita ada tiga jemaah yang tidak bisa berangkat karena hasil tes PCR positif,” kata Budi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (4/6/2022).
Baca juga: Krisis Ekonomi, 1.585 Jemaah Sri Lanka Gagal Berangkat Haji
Budi memaparkan, tiga calon jemaah tersebut terdiri dari dua orang Embarkasi Jakarta (JKG) dan satu orang dari Embarkasi Surabaya (SUB). Mereka terpaksa harus mengalami gagal berangkat dan menjalani isolasi atau perawatan mandiri.
Budi menjelaskan, nasib calon jemaah yang tes PCR dinyatakan positif bisa berangkat apabila masih tersedia seat pada kelompok terbang (kloter) berikutnya. Syarat lainnya, mereka juga harus kembali menjalani tes PCR hingga dinyatakan negatif.
“Yang positif diobati dulu, lima hari kemudian dia tes PCR lagi, kalau sudah negatif dicarikan lagi seat-nya kalaupun masih tersedia. Jadi tetap PCR harus negatif dulu,” kata Budi.
Panitia Penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Jakarta memberangkatkan 389 calon jemaah haji kloter pertama pada Sabtu dini hari. Demografi jemaah terdiri dari 160 pria, 229 wanita, dan 4 orang petugas kloter.