Tarif Candi Borobudur Naik, Trinity: Terlalu Mahal
Fifiyanti Abdurahman
Senin, 06 Juni 2022 - 14:23 WIB
Pemerintah berencana menetapkan tarif baru naik ke stupa Candi Borobudur. Foto: Istimewa.
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan rencana kenaikan tarif untuk naik ke stupa Candi Borobudur. Tarif untuk wisatawan lokal yang semula hanya Rp50.000-Rp60.000 menjadi Rp750.000. Sedangkan, tarif untuk wisatawan mancanegara naik dari Rp210.000 menjadi 100 dolar Amerika Serikat atau setara Rp1,4 juta.
Rencana tarif baru tersebut sontak menuai pro kontra dari masyarakat. Salah satu yang tidak sepakat akan kenaikan tarif tersebut yakni travel blogger,Trinity.
Meski begitu, Trinity menyebut kenaikan tarif boleh saja dilakukan asal lebih masuk akal dan jelas tujuannya.
Baca juga: Tiket TWC Borobudur Dipatok Rp750 Ribu untuk Wisatawan Lokal
"Itu terlalu mahal. Meskipun mereka sudah ralat, harga Rp750.000 untuk naik ke candi karena takut kenapa-kenapa candinya," kata Trinity saat dihubungi Langit7, Senin (6/6/2022).
Trinity menambahkan, ada cara lain yang bisa dilakukan pemerintah ketimbang memberlakukan tarif baru. Misalnya dengan membatasi jumlah pengunjung.
"Atau dengan peraturan baru seperti tidak bisa membawa barang atau petugasnya diperketat dan lainnya," tambah penulis 15 buku wisata terlaris di Indonesia ini.
Rencana tarif baru tersebut sontak menuai pro kontra dari masyarakat. Salah satu yang tidak sepakat akan kenaikan tarif tersebut yakni travel blogger,Trinity.
Meski begitu, Trinity menyebut kenaikan tarif boleh saja dilakukan asal lebih masuk akal dan jelas tujuannya.
Baca juga: Tiket TWC Borobudur Dipatok Rp750 Ribu untuk Wisatawan Lokal
"Itu terlalu mahal. Meskipun mereka sudah ralat, harga Rp750.000 untuk naik ke candi karena takut kenapa-kenapa candinya," kata Trinity saat dihubungi Langit7, Senin (6/6/2022).
Trinity menambahkan, ada cara lain yang bisa dilakukan pemerintah ketimbang memberlakukan tarif baru. Misalnya dengan membatasi jumlah pengunjung.
"Atau dengan peraturan baru seperti tidak bisa membawa barang atau petugasnya diperketat dan lainnya," tambah penulis 15 buku wisata terlaris di Indonesia ini.