Tafsir Al Fatihah Ayat 6-7: Jalan yang Diridai dan Dimurkai Allah
Jaja Suhana
Selasa, 07 Juni 2022 - 06:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Surat Al Fatihah disebut sebagai surat pembuka di dalam Al-qur'an. Selain itu Al-fatihah disebut juga induk Al-qur'an karena kandungan ayatnya yang luar biasa.
Salah satunya ayat ke enam dan tujuh menjelaskan tentang jalan yang lurus dan jalan yang sesat. Berikut redaksi ayat 6-7 surat Al Fatihah:
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ
صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ
Baca Juga:Tadabbur At-Taubah Ayat 129: Cukuplah Allah sebagai Penolong
Artinya: "Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."
Menurut as-Shobuni dalam Rawai' al-Bayan, al sirath al mustakim (jalan lurus) diartikan sebagai doa agar kaum muslimin diselamatkan saat meniti jembatan sirath. Apabila seseorang berhasil melalui jembatan it,u maka ia akan selamat dan masuk surga, namun apabila gagal maka akan tergelincir jatuh ke neraka.
Salah satunya ayat ke enam dan tujuh menjelaskan tentang jalan yang lurus dan jalan yang sesat. Berikut redaksi ayat 6-7 surat Al Fatihah:
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ
صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ
Baca Juga:Tadabbur At-Taubah Ayat 129: Cukuplah Allah sebagai Penolong
Artinya: "Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."
Menurut as-Shobuni dalam Rawai' al-Bayan, al sirath al mustakim (jalan lurus) diartikan sebagai doa agar kaum muslimin diselamatkan saat meniti jembatan sirath. Apabila seseorang berhasil melalui jembatan it,u maka ia akan selamat dan masuk surga, namun apabila gagal maka akan tergelincir jatuh ke neraka.