home global news

Kaspersky: 47 Persen Upaya Phishing di Indonesia Serang Sektor Keuangan

Selasa, 14 Juni 2022 - 22:05 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Digitalisasi yang cepat akibat pandemi berhasil meningkatkan kebutuhan siber secara global, terutama di sektor keuangan, termasuk di Indonesia. Jika dianalogikan, perkembangan digitalisasi di sektor keuangan ibarat pedang bermata dua.

Selain mempermudah transaksi, digitalisasi juga meningkatkan kemungkinan serangan siber. Menurut laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serangan siber di Indonesia mencapai 86,70 persen.

Baca Juga:Waspada Modus Pengaktifan Jaringan iPhone Mengatasnamakan Bea Cukai

Territory Manager Kaspersky Indonesia, Dony Koesmandarin mengatakan hampir separuh atau 47,08 persen dari upaya phishing terjadi di Indonesia pada periode Februari hingga April 2022 menyasar sektor keuangan. Entitas yang paling banyak menghadapi upaya phishing di awal tahun 2022 adalah perbankan sebesar 4,38 persen.

"Kemudian sistem pembayaran 34,85 persen, karena pembayaran melalui kartu kredit kan sudah lumrah. Berikutnya adalah online shop sebesar 15,66 persen," ujar Dony, dalam keterangan resmi, Selasa (14/6/2022).

Diketahui, phishing merupakan upaya para pelaku kejahatan siber yang berusaha mendapatkan kredensial pengguna dengan penipuan. Mereka berusaha mencuri kata sandi, nomor kartu kredit, detail rekening bank, dan informasi rahasia lainnya.

Upaya phishing di perbankan dan sistem pembayaran, paling banyak dilakukan pada Februari 2022. Hal tersebut dapat dikaitkan dengan adanya peningkatan nilai transaksi pembayaran digital hingga 41,35 persen pada bulan tersebut menurut Bank Indonesia. Sementara itu, toko online menghadapi upaya phishing paling banyak pada April 2022.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya