Pemerintah Gencarkan Vaksinasi PMK Hewan Ternak di Zona Merah
Hasanah syakim
Rabu, 15 Juni 2022 - 17:54 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (foto: kementan)
Kementerian Pertanian (Kementan) mencanangkan pelaksanaan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) bagi hewan ternak di zona merah.Untuk tahap pertama, pemerintah telah mendatangkan vaksin PMK yang disalurkan di wilayah Jawa Timur.
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan pihaknya berupaya agar proses vaksinasi ini berjalan lancar dan akan diprioritaskan bagi hewan sehat namun berada di wilayah zona tertular PMK.
Baca juga:Gobel: Segera Tetapkan Wabah PMK sebagai KLB
“Jadi total yang ada ini dulu yang kita vaksin pada kantong-kantong daerah merah. Pemerintah juga telah membentuk gugus tugas dan crisis center penanganan PMK baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional," kata Syahrul dalam keterangannya dikutip Rabu (15/6/2022).
Syahrul menyampaikan bahwa setiap harinya selama 24 jam melakukan validasi dan intervensi di tingkat kabupaten per hari. Kemudian, per 2 hari intervensi dan evaluasi dilakukan di tingkat provinsi sebagai rapat koordinasi.
"Ketiga, di tingkat nasional tiga hari satu kali, dengan demikian koordinasi. Kemudian beberapa line yang kita buka untuk melakukan pelaporan juga itu dilakukan,” lanjutnya.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, Nasrullah mengatkan pihaknya bersama Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur mulai melakukan kegiatan vaksinasi massal sebagai upaya pengendalian PMK Kabupaten Sidoarjo menjadi kabupaten pertama yng menerima vaksinasi.
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan pihaknya berupaya agar proses vaksinasi ini berjalan lancar dan akan diprioritaskan bagi hewan sehat namun berada di wilayah zona tertular PMK.
Baca juga:Gobel: Segera Tetapkan Wabah PMK sebagai KLB
“Jadi total yang ada ini dulu yang kita vaksin pada kantong-kantong daerah merah. Pemerintah juga telah membentuk gugus tugas dan crisis center penanganan PMK baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional," kata Syahrul dalam keterangannya dikutip Rabu (15/6/2022).
Syahrul menyampaikan bahwa setiap harinya selama 24 jam melakukan validasi dan intervensi di tingkat kabupaten per hari. Kemudian, per 2 hari intervensi dan evaluasi dilakukan di tingkat provinsi sebagai rapat koordinasi.
"Ketiga, di tingkat nasional tiga hari satu kali, dengan demikian koordinasi. Kemudian beberapa line yang kita buka untuk melakukan pelaporan juga itu dilakukan,” lanjutnya.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, Nasrullah mengatkan pihaknya bersama Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur mulai melakukan kegiatan vaksinasi massal sebagai upaya pengendalian PMK Kabupaten Sidoarjo menjadi kabupaten pertama yng menerima vaksinasi.