Peringati Hari Lingkungan Hidup, PBB Kunjungi Sekolah Alam Matoa Depok
Jaja Suhana
Jum'at, 17 Juni 2022 - 09:39 WIB
PBB mengunjungi Sekolag Alam Matoa di Depok, Jawa Barat dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup. Foto: Sekolah Alam Matoa.
Organisasi internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengunjungi Sekolah Alam Matoa di Depok, Jawa Barat, Kamis (16/6/2022) kemarin. Kunjungan tersebut dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup dan Hari Laut Sedunia.
Kepala Perwakilan PBB di Indonesia Valerie Julliand, menjelaskan bahwa cara melindungi planet bumi agar tetap lestari adalah dengan mencintai bumi dan semua spesies yang hidup di dalamnya.
“Dan itu dimulai dengan menikmati alam bebas, merasakan bumi bernafas bersama kita,” ujar Valerie dalam keterangan yang diterima Langit7, Kamis (16/6/2022).
Baca juga: Kisah Lendo Novo, Menggagas Sekolah Alam dari Balik Jeruji
Acara kunjungan tersebut menampilkan tiga komik strip dari project IFISH. Komik strip bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak tentang perlunya melestarikan lingkungan dan melindungi spesies ikan Arwana, Belida, dan Sidat.
Kepala Pusat Penelitian Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Yayan Hikmayani mengatakan partisipasi generasi penerus sangat penting dalam pelestarian lingkungan. Khususnya dalam pelestarian sumber daya ikan.
"Kami menyadari bahwa dunia anak-anak adalah dunia bermain, aktif, kreatif, spontan, dan meniru. Oleh karena itu bentuk pengenalan yang kami pilih adalah komik yaitu komik belida ikan, belut, dan arwana, agar mudah dipahami anak-anak," katanya.
Kepala Perwakilan PBB di Indonesia Valerie Julliand, menjelaskan bahwa cara melindungi planet bumi agar tetap lestari adalah dengan mencintai bumi dan semua spesies yang hidup di dalamnya.
“Dan itu dimulai dengan menikmati alam bebas, merasakan bumi bernafas bersama kita,” ujar Valerie dalam keterangan yang diterima Langit7, Kamis (16/6/2022).
Baca juga: Kisah Lendo Novo, Menggagas Sekolah Alam dari Balik Jeruji
Acara kunjungan tersebut menampilkan tiga komik strip dari project IFISH. Komik strip bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak tentang perlunya melestarikan lingkungan dan melindungi spesies ikan Arwana, Belida, dan Sidat.
Kepala Pusat Penelitian Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Yayan Hikmayani mengatakan partisipasi generasi penerus sangat penting dalam pelestarian lingkungan. Khususnya dalam pelestarian sumber daya ikan.
"Kami menyadari bahwa dunia anak-anak adalah dunia bermain, aktif, kreatif, spontan, dan meniru. Oleh karena itu bentuk pengenalan yang kami pilih adalah komik yaitu komik belida ikan, belut, dan arwana, agar mudah dipahami anak-anak," katanya.