Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Kisah Lendo Novo, Menggagas Sekolah Alam dari Balik Jeruji

Muhajirin Senin, 23 Agustus 2021 - 10:23 WIB
Kisah Lendo Novo, Menggagas Sekolah Alam dari Balik Jeruji
Sekolah Alam Indonesia di Ciganjur Foto: Sekolah Alam Indonesia
LANGIT7.ID, Jakarta - Lendo Novo merupakan sosok hiperaktif. Label anak nakal disematkan tak hanya oleh sekolah tapi juga orang tuanya. Namun justru dari gagasannya Sekolah Alam terwujud dan tumbuh besar. Kini tokoh dibalik sekolah tersebut telah berpulang.

Dunia pendidikan pun berduka. Ia meninggal dunia pada Ahad, 22 Agustus 2021, menjelang 57 tahun usianya. Lendo Novo adalah lulusan kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) yang diakui sebagai inspirator pendidikan.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Sekolah Alam di seluruh Indonesia berduka cita mendalam. Abang kami, konseptor dan penggagas sekolah alam, Lendo Novo, dipanggil Allah pagi ini,” tulis @sekolahalam_id, Ahad (22/8/2021).

Lendo Novo lahir pada 6 November 1964. Ia tumbuh dalam keluarga Minang yang mapan. Kedua orang tuanya berasal dari Pariaman, Sumatera Barat, dan merantau ke Jawa. Ayah Lendo pernah bekerja sebagai pegawai Bank Indonesia.

Sementara ibunya adalah seorang wirausaha. Bisnis Ibunda Lendo bermacam-macam, mulai dari jualan es mampo, menyewakan rumah, hingga memberi kredit kepada tetangga.

Sejak kecil, ia dikenal sebagai anak badung. Ia bukan tipe anak pintar di bangku sekolah. Hukuman demi hukuman didapati saat berseragama TK, SD, SMP, bahkan SMA, lantaran tak bisa berkonsentrasi di dalam kelas. Waktu istirahat adalah penyemangat.

Terkait dengan karakter hiperaktif, Ia mendapat label anak nakal di sekolah. Lendo Novo juga akrab dengan hukuman dari orang tua yang juga memandangnya sama: anak nakal. Sang ayah memberikan didikan dengan keras.

Meski begitu, Lendo Novo mengakui didikan sang ayah memberi pengaruh besar dalam perjalanan hidupnya. Saat kecil di rumah, ia lebih dekat dengan nenek, sosok yang menjadi penjaga dan pembela kala mendapat hukuman sang ayah. Ia bahkan tidur bersama nenek hingga berumur 10 tahun.

“Yang paling menonjol dari nenek saya adalah kepemimpinannya yang tegas, tanpa saya sadari menular kepada diri saya. Nenek juga yang menginspirasi saya agar berjuang sekeras mungkin untuk meraih apa yang saya impikan,” ucap Lendo Novo, dikutip dari kanal Ashoka Indonesia, Senin (23/8/2021).

Kecenderungan Lendo Novo pada dunia pendidikan sudah terlihat saat masih berusia sekolah dasar. Ia lebih suka bermain dengan anak-anak yang lebih dewasa. Ia betah berlama-lama berdiskusi dengan orang-orang yang sudah memiliki pemikiran matang. Kebiasaan itu membentuk pemikirannya lebih dewasa dan visioner.

Naluri Lendo Novo yang hiperaktif membawa ia terjun ke dalam dunia aktivis pada 1989 saat Presiden Soeharto berkuasa. Ia bahkan dituding actor unjuk rasa saat eks Menteri Dalam Negeri, Rudini, mendatangi ITB. Pada akhirnya aksi demonstrasi itu berujung tragis, ia dibui 7 bulan bersama 10 orang mahasiswa ITB lainnya.

Jeruji yang Mengisprasi

Di balik jeruji besi, idealism Lendo Novo justeru membuncah. Dari penjara ia menemukan gagasan penting. Ia ingin berkontribusi membangun negeri melalui jalur pendidikan. Ia meyakini seluruh bangsa di dunia memulai kebangkitan melalui jalur pendidikan.

Setelah lama memikiran konsep pendidikan mandiri, ia menemukan secercah harapan dari surah Al-Baqarah ayat 30, bahwa manusia diciptakan di muka bumi sebagia khalifah (pemimpin atau pengatur). Dari ayat itu, ia merancang kurikulum ideal yang melahirkan pemimpin.

Kurikulum itu mencakup tiga pilar yakni pilar Ahlak Mulia (cara manusia bertakwa kepada Allah Ta’ala), Logika (cara tunduk mahluk selain manusia –flora dan fauna- kepada Allah Ta’ala, dan kepemimpian (cara menjadi pemimpin).

Lendo menamai konsep itu dengan Sekolah Alam. Ia berkeyakinan setiap proses penciptan alam semesta, Allah selalu mengajak manusia untuk mentadabburi alam untuk lebih mengenal-Nya. Misi Sekolah Alam adalah untuk memperbaiki akhlak manusia agar mengasihi sesame dan ramah terhadap lingkungan.

Tak lama setelah keluar dari penjara, ia menjalankan konsep tersebut dengan mendirikan TK Salman di bukit Awi Ligar, Bandung di sebuah rumah tipe 70. Ia mendidikan anak usia dini dengan metode baru. “Dari TK Salman inilah lahir ribuan Sekolah Islam Terpadu di seluruh Indonesia,” ucap Lendo.

Seiring berjalannya waktu, pegiat pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia datang berguru kepadanya. Namun, mereka mengeluhkan dana yang cukup besar untuk mewujudkan konsep sekolah seperti TK Salman. Paradigma sekolah berkualitas selalu mahal tentu mematikan harapan masyarakat kelas bawah.

Lendo pun berfikir mengubah paradigma itu menjadi sekolah berkualitas untuk semua. Proses mencapai cita-cita itu memang tak mudah, panjang dan berliku. Ia terus memperbaharui konsep Sekolah Alam yang berkualitas untuk semua kalangan.

Ia mulai fokus merekrut guru terbaik, mengembangkan metode belajar-mengajar yang tepat, dan menyediakan buku-buku berkualitas. Pada 1998, Lendo lalu mendirikan Sekolah Alam (kini bernama Sekolah Citra Alam) di Ciganjur, Jakarta Selatan. Ada playgroup, TK dan SD menempati lahan seluas 7.800 meter persegi.

Tempat belajarnya unik. Sekolah Alam memiliki arsitektur rumah tradisional atau saung ramah lingkungan dibangun dengan biaya murah dan bergotong-royong. Ia juga memanfaatkan lingkungan sebagai media belajar untuk menggantikan laboratorium yang mahal.

“Kami Meyakini bahwa proses penemuan ilmu pengetahuan bermula dari pengamatan terhadap fenomena alam,” ucap Lendo Novo.

(arp)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)