LANGIT7.ID - , Jakarta - Organisasi internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengunjungi
Sekolah Alam Matoa di Depok, Jawa Barat, Kamis (16/6/2022) kemarin. Kunjungan tersebut dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup dan Hari Laut Sedunia.
Kepala Perwakilan
PBB di Indonesia Valerie Julliand, menjelaskan bahwa cara melindungi planet bumi agar tetap lestari adalah dengan mencintai bumi dan semua spesies yang hidup di dalamnya.
“Dan itu dimulai dengan menikmati alam bebas, merasakan bumi bernafas bersama kita,” ujar Valerie dalam keterangan yang diterima Langit7, Kamis (16/6/2022).
Baca juga: Kisah Lendo Novo, Menggagas Sekolah Alam dari Balik JerujiAcara kunjungan tersebut menampilkan tiga komik strip dari project IFISH. Komik strip bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak tentang perlunya melestarikan lingkungan dan melindungi spesies ikan Arwana, Belida, dan Sidat.
Kepala Pusat Penelitian Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Yayan Hikmayani mengatakan partisipasi generasi penerus sangat penting dalam pelestarian lingkungan. Khususnya dalam pelestarian sumber daya ikan.
"Kami menyadari bahwa dunia anak-anak adalah dunia bermain, aktif, kreatif, spontan, dan meniru. Oleh karena itu bentuk pengenalan yang kami pilih adalah komik yaitu komik belida ikan, belut, dan arwana, agar mudah dipahami anak-anak," katanya.
Dalam acara tersebut diadakan beberapa aktivitas seperti menanam pohon, melepas ikan, dan melakukan berbagai kegiatan yang berfokus pada konservasi. Siswa juga diajak tur virtual Cagar Biosfer Rinjani
UNESCO di Lombok, ekosistem pegunungan tropis yang unik yang menjadi rumah bagi 447 spesies pohon dan 154 spesies burung.
Baca juga: Ternyata Sekolah Alam Terinspirasi dari Surat Al-Baqarah Ayat 30Selain itu para siswa juga diberi kesempatan memainkan board game UNESCO Tsunami Ready dan masuk ke dalam video animasi melalui Virtual Reality. Alat ini dirancang untuk membangun ketahanan bencana masyarakat dan mempersiapkan mereka untuk merespons bencana alam, seperti tsunami dengan lebih baik.
Acara tersebut merupakan bagian dari kampanye global #OnlyOneEarth PBB, yang diluncurkan untuk Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada tanggal 5 Juni, serta Hari Laut Sedunia pada tanggal 8 Juni.
(est)