Hikmah soal Kematian, Ustadz Adi Hidayat: Hidup Hanya Sementara
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 17 Juni 2022 - 12:40 WIB
Ustadz Adi Hidayat saat berceramah. (Foto: Adi Hidayat Official).
Umat Islam seharusnya mengambil hikmah dan pelajaran soal kematian, khususnya wafatnya anak Ridwan Kamil, Emmeril Khan Mumtadz, bahwa hidup hanya sementara.
Penceramah, Ustadz Adi Hidayat mengatakan, kejadian wafatnya Eril, sapaan Emmeril Khan Mumtadz, merupakan bukti bahwa kehidupan manusia hanya sesaat. Ketika sampai pada ajalnya, maka tuntaslah segala urusan dan misi di dunia.
"Pada saat itu kita akan kembali mempertanggungjawabkan setiap aktivitas kita di muka bumi ini di hadapan Allah. Tidak mungkin ajal itu dimajukan atau dimundurkan, tapi tepat sesuai seperti apa yang telah Allah kehendaki," kata dia dalam kutipan ceramahnya, Jumat (17/6/2022).
Baca Juga: Dihadiri Ribuan Pelayat, Aa Gym: Apa Amalan yang Dilakukan Eril?
Seperti firman Allah dalam surat Al-A'raf ayat 34, yang artinya: "Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun."
Pendiri pusat kajian Islam, Quantum Akhyar Institute ini menjelaskan, setiap generasi umat memiliki batas waktu berkehidupan. Mereka yang hidup tidak ada yang abadi di muka bumi ini.
"Karena itu kita selalu meyakini bahwa kematian yang menjadi tanda tibanya ajal disebut dengan maut. Itu adalah sesuatu yang pasti, tapi cara kita kembali kepada-Nya adalah yang membedakan," jelasnya.
Penceramah, Ustadz Adi Hidayat mengatakan, kejadian wafatnya Eril, sapaan Emmeril Khan Mumtadz, merupakan bukti bahwa kehidupan manusia hanya sesaat. Ketika sampai pada ajalnya, maka tuntaslah segala urusan dan misi di dunia.
"Pada saat itu kita akan kembali mempertanggungjawabkan setiap aktivitas kita di muka bumi ini di hadapan Allah. Tidak mungkin ajal itu dimajukan atau dimundurkan, tapi tepat sesuai seperti apa yang telah Allah kehendaki," kata dia dalam kutipan ceramahnya, Jumat (17/6/2022).
Baca Juga: Dihadiri Ribuan Pelayat, Aa Gym: Apa Amalan yang Dilakukan Eril?
Seperti firman Allah dalam surat Al-A'raf ayat 34, yang artinya: "Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun."
Pendiri pusat kajian Islam, Quantum Akhyar Institute ini menjelaskan, setiap generasi umat memiliki batas waktu berkehidupan. Mereka yang hidup tidak ada yang abadi di muka bumi ini.
"Karena itu kita selalu meyakini bahwa kematian yang menjadi tanda tibanya ajal disebut dengan maut. Itu adalah sesuatu yang pasti, tapi cara kita kembali kepada-Nya adalah yang membedakan," jelasnya.