Puan Maharani: Ajaran Soekarno Relevan untuk Teladan Bangsa
Jaja Suhana
Rabu, 22 Juni 2022 - 11:11 WIB
Presiden pertama RI Soekarno (kedua dari kanan). Foto:Istimewa.
Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa ajaran Soekarno masih relevan hingga saat ini. Kakek Buyutnya itu menurut Puan telah menetapkan dasar-dasar negara yang dijadikan pijakan bangsa saat ini.
Hal itu ia sampaikan dalam sebuah postingan di media sosial, dalam rangka mengenang 52 tahun wafatnya sang proklamator kemerdekaan Indonesia. Soekarno wafat pada 21 Juni 1970 tahun silam.
"Saya mengenal beliau sebagai founding father, pahlawan proklamasi, juga presiden pertama RI, dengan ajarannya yang begitu kokoh tentang nilai-nilai perjuangan dan semangat persatuan di tengah masyarakat yang berbhineka," tulis Puan dalam akun twitter pribadinya @puanmaharani_ri, dikutip Rabu (22/6/2022).
Baca Juga:Ibadah Umrah, Ukhti Puan Doakan Kesejahteraan Rakyat Indonesia
Menurut dia, ajaran Soekarno bukan hanya untuk keluarga dan anak cucunya saja. Melainkan untuk seluruh rakyat Indonesia dalam menjalankan kehidupan bernegara.
"Sejak wafatnya beliau pada 21 Juni 1970 silam, hingga kini ajarannya semakin relevan untuk dijadikan pijakan dan teladan kita semua. Al-Fatihah," ujarnya.
Ir Soekarno wafat pada usia 69 tahun, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi rakyat Indonesia sebab ia merupakan bapak pendiri bangsa dan proklamator kemerdekaan Republik Indonesia.
Hal itu ia sampaikan dalam sebuah postingan di media sosial, dalam rangka mengenang 52 tahun wafatnya sang proklamator kemerdekaan Indonesia. Soekarno wafat pada 21 Juni 1970 tahun silam.
"Saya mengenal beliau sebagai founding father, pahlawan proklamasi, juga presiden pertama RI, dengan ajarannya yang begitu kokoh tentang nilai-nilai perjuangan dan semangat persatuan di tengah masyarakat yang berbhineka," tulis Puan dalam akun twitter pribadinya @puanmaharani_ri, dikutip Rabu (22/6/2022).
Baca Juga:Ibadah Umrah, Ukhti Puan Doakan Kesejahteraan Rakyat Indonesia
Menurut dia, ajaran Soekarno bukan hanya untuk keluarga dan anak cucunya saja. Melainkan untuk seluruh rakyat Indonesia dalam menjalankan kehidupan bernegara.
"Sejak wafatnya beliau pada 21 Juni 1970 silam, hingga kini ajarannya semakin relevan untuk dijadikan pijakan dan teladan kita semua. Al-Fatihah," ujarnya.
Ir Soekarno wafat pada usia 69 tahun, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi rakyat Indonesia sebab ia merupakan bapak pendiri bangsa dan proklamator kemerdekaan Republik Indonesia.