Presiden pertama RI, Soekarno mendapat keberkahan untuk menunaikan ibadah haji di tahun 1955. Kala itu perjalanan haji banyak dilakukan lewat jalur laut. Namun, bagi pemimpin negara seperti Soekarno pergi ke Tanah Suci menggunakan pesawat, di mana saat itu menumpangi Garuda G-340.
Mufti Besar Mesir DR Ali Jum'ah Muhammad 'Abdul Wahab mengungkapkan peran besar Presiden Soekarno di kelangsungan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, sehingga batal ditutup.
Puan berpesan agar Grha Bung Karno Klaten menjadi pusat kegiatan yang melibatkan berbagai sektor. Mulai dari pendidikan, seni budaya, ekonomi, hingga teknologi.
Puan turut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Aljazair yang telah menempatkan patung Bung Karno di sana. Puan menilai kehadiran patung tersebut tak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga bagi bangsa Indonesia.
Jokowi mengatakan pemerintah telah menganugerahkan pahlawan proklamator kepada Ir. Soekarno pada tahun 1986. Di tahun 2012, pemerintah kembali menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada almarhum Soekarno.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md mengatakan bahwa Presiden Soekarno adalah santri. Bung Karno berguru kepada A Hassan dan HOS Tjokroaminoto.
Karir politik KH Idham Chalid dimulai sejak diangkat menjadi anggota parlemen sementara atau Dewan Perwakilan Rakyat Sementara (DPR) dari Partai Masyumi tahun 1950. Tahun 1952, Nahdlatul Ulama (NU) pisah dari Masyumi dan membentuk partai sendiri.
Naskah asli teks proklamasi yang ditulis tangan oleh Ir. Soekarno akan kembali dihadirkan dan disandingkan dengan bendera pusaka saat Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara pada 28 Maret 1959, Bung Karno dengan tegas mengatakan, Islam merupakan agama yang dibawa oleh semua Nabi dan Rasul. Mulai dari Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW dengan kitab pamungkas berupa Al-Qur'an.
Bapak Proklamator Ir Soekarno mengingatkan umat Islam Indonesia untuk mengikuti semua ajaran Islam yang telah dibawa Nabi Muhammad. Termasuk dalam berjuang menjadikan Indonesia sebagai bangsa besar.
Masjid Istiqlal merupakan salah satu masjid kebanggaan Umat Islam Indonesia. Namun ternyata, masjid terbesar di Asia Tenggara ini dirancang oleh arsitek yang beragama Kristen Protestan, Friedrich Silaban.
Sudah banyak buku tentang Buya Hamka, termasuk yang ditulis oleh Buya Hamka sendiri lebih dari 100 buku. Ahmad Fuadi mengangkat sisi hidup Buya Hamka yang belum banyak dikisahkan yaitu sisi cinta Buya Hamka yang tidak biasa.